Persaingan Golden Glove Piala Dunia 2026 Memanas, Kiper Elite Siap Unjuk Gigi

Heri - Jumat, 01 Mei 2026 07:32 WIB
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, memegang bola pada laga La Liga antara Real Madrid vs Sevilla di Madrid, Spanyol, Sabtu (20/12/2025).

Medan (buseronline.com) - Piala Dunia 2026 diprediksi tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para penyerang dan gelandang, tetapi juga panggung krusial bagi para penjaga gawang.

Dalam turnamen dengan tekanan tinggi seperti ini, satu penyelamatan penting dapat menentukan nasib sebuah tim, terutama saat memasuki fase gugur.

Penghargaan Golden Glove atau Sarung Tangan Emas, yang diberikan kepada kiper terbaik sejak 1994, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah nama besar diperkirakan akan bersaing ketat untuk meraih penghargaan tersebut, seiring ambisi membawa tim mereka melangkah jauh.

Kiper muda Bart Verbruggen menjadi andalan Belanda dengan gaya bermain modern yang menekankan distribusi bola dan refleks cepat.

Meski timnya tidak difavoritkan sebagai juara, performa konsisten bisa membuka peluang bagi Verbruggen untuk mencuri perhatian.

Dari Portugal, Diogo Costa dikenal sebagai spesialis adu penalti. Kemampuannya membaca arah bola menjadikannya senjata penting, terutama dalam situasi krusial di fase gugur.

Sementara itu, Inggris masih mengandalkan pengalaman Jordan Pickford di bawah mistar. Dengan pertahanan yang cukup solid, Pickford tetap dituntut tampil sigap saat menghadapi tekanan lawan.

Nama Thibaut Courtois juga tidak bisa diabaikan. Peraih Golden Glove 2018 tersebut membawa pengalaman besar bagi Belgia, meski kekuatan timnya tidak sekuat generasi sebelumnya.

Di kubu Brasil, Alisson Becker diproyeksikan menjadi pilihan utama. Peluang Brasil untuk melaju jauh memberi kesempatan bagi Alisson untuk tampil menonjol, terutama jika lini pertahanan mereka mendapat tekanan.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait