San Siro (buseronline.com) - AC Milan harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Udinese dalam lanjutan pekan ke-32 Serie A musim 2025-2026 di Stadion San Siro, Sabtu malam WIB.
Hasil ini menjadi pukulan berat bagi Rossoneri dalam perburuan gelar juara. Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-27 melalui gol bunuh diri Davide Bartesaghi.
Situasi berawal dari serangan balik cepat yang diinisiasi Nicolo Zaniolo, sebelum umpan silang Arthur Atta berbelok arah dan mengecoh lini pertahanan tuan rumah. Keunggulan Udinese bertambah sepuluh menit kemudian.
Baca Juga: AC Milan Kalahkan Torino, Rossoneri Naik ke Posisi Kedua Serie A
Kali ini, Jurgen Ekkelenkamp sukses menanduk bola di tiang jauh untuk mengubah skor menjadi 2-0. Milan yang tampil di hadapan pendukung sendiri justru terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan menutup babak pertama dalam tekanan.
Memasuki babak kedua, pelatih Massimiliano Allegri mencoba melakukan perubahan, termasuk memasukkan Niclas Fullkrug untuk menambah daya gedor. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Sebaliknya, Udinese kembali menunjukkan efektivitasnya. Pada menit ke-71, serangan balik cepat kembali menghukum Milan setelah Arthur Atta mencetak gol ketiga sekaligus memastikan kemenangan tim tamu.
Sepanjang pertandingan, Milan sebenarnya menciptakan sejumlah peluang melalui aksi Christian Pulisic dan Rafael Leao. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang-peluang tersebut terbuang sia-sia.
Penampilan gemilang kiper Udinese, Maduka Okoye, juga menjadi faktor penting di balik kokohnya pertahanan tim tamu. Kekalahan ini tak lepas dari eksperimen taktik Allegri yang mengubah formasi dari 3-5-2 menjadi 4-3-3.
Rafael Leao dipasang sebagai penyerang tengah dengan dukungan Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers di sisi sayap. Namun, skema tersebut gagal berjalan efektif dan justru membuat lini serang Milan kehilangan ketajaman.
Hasil ini membuat Milan tertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 63 poin. Sementara itu, Udinese semakin nyaman di papan tengah dengan koleksi 43 poin. Dengan enam pertandingan tersisa, peluang Milan untuk meraih Scudetto semakin menipis.
Tekanan kini semakin besar bagi Allegri untuk segera menemukan solusi, terutama dalam mengembalikan keseimbangan tim dan meningkatkan efektivitas lini depan di sisa musim. (R)