Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong pencak silat agar semakin dikenal di dunia internasional hingga dapat dipertandingkan di Olimpiade.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026-2030 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan mengusung tema "Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade".
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengaku bangga atas perjalanan panjang pencak silat yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.
"Hari ini adalah bagi saya hari penuh kebanggaan dan kebahagiaan, juga penuh kehormatan," ujar Presiden.
Menurutnya, pencak silat telah menjadi duta bangsa di kancah global melalui berbagai prestasi atlet yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu. Capaian tersebut dinilai turut meningkatkan kehormatan Indonesia di mata dunia.
"Kita telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kita cukup membanggakan di beberapa tempat. Kita menyumbang banyak sekali emas, perak dan perunggu. Kita mendukung kehormatan bangsa di mata dunia," katanya.
Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa upaya menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade masih membutuhkan kerja keras dan konsistensi. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai, namun menekankan pentingnya menjaga kemurnian ajaran pencak silat.
"Perjalanan masih jauh, kita berharap pencak silat akan masuk Olimpiade. Kita yakin akan masuk, tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi. Obsesi kita harus menjaga mutu kemurnian daripada pencak silat itu sendiri," tegasnya.
Presiden juga menilai kekuatan utama pencak silat terletak pada nilai-nilai dan kualitas ilmu yang diwariskan. Ia meyakini, semakin murni ajaran yang dijaga, semakin besar pula daya tariknya di mata dunia internasional.
"Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar," ujarnya.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pencak silat, baik dalam kapasitasnya sebagai kepala negara maupun sebagai seorang pendekar.
"Saya siap terus, akan terus mendukung. Dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan, seorang pendekar adalah sampai nafas dia terakhir, dia pendekar," pungkasnya.
Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap pencak silat tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga mampu meraih pengakuan lebih luas di panggung olahraga dunia, termasuk Olimpiade. (DKI1)