Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia masa bakti 2026-2030. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Cendrawasih, Jakarta International Convention Center, Jakarta.
Mengusung tema "Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade", Munas XVI IPSI menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus cabang olahraga yang semakin diakui di tingkat internasional.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Patriot dan Mars IPSI. Doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Buya Harun Zein turut menambah kekhusyukan suasana.
Ketua Panitia Pelaksana Munas XVI IPSI 2026, Benny Sumarsono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus dan perwakilan IPSI dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat. Menurutnya, pencak silat tidak hanya sekadar olahraga atau bela diri, tetapi juga bagian dari budaya bangsa yang sarat nilai kesatria.
"Kenapa pencak silat harus kita jaga? Kenapa pencak silat harus kita lestarikan? Karena pencak silat adalah bagian dari budaya kita dan bagian daripada ilmu kesatria," ujar Presiden.
Presiden Prabowo kemudian secara resmi membuka Munas XVI IPSI dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya musyawarah nasional. Agenda ini menjadi penanda dimulainya pembahasan arah kebijakan organisasi serta penentuan kepengurusan IPSI periode 2026-2030.
Munas XVI IPSI diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang mampu memperkuat pembinaan pencak silat di dalam negeri, sekaligus mendorong langkah konkret menuju pengakuan sebagai cabang olahraga Olimpiade.
Selain itu, Munas juga akan membahas pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar IPSI periode mendatang. Proses penjaringan calon telah berlangsung lebih dari satu bulan, dengan sejumlah nama diusulkan oleh pengurus provinsi dan perguruan.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga menjabat Wakil Ketua Umum IPSI, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Penyelenggaraan Munas XVI IPSI diharapkan menjadi tonggak penting dalam membawa pencak silat semakin mendunia, tidak hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai simbol kekuatan budaya Indonesia di kancah internasional. (DKI1)