Semarang (buseronline.com) - Gelaran Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2026 (Porprov Jateng) rencananya akan digelar pada Oktober 2026 dengan mempertandingkan 59 cabang olahraga (cabor) dan 830 nomor pertandingan. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut diperkirakan melibatkan 10.528 atlet dan pelatih dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan Porprov merupakan ajang kehormatan untuk menampilkan prestasi olahraga Jawa Tengah sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet menuju level nasional.“Kita akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi yang akan diikuti oleh 35 kabupaten/kota. Ini ajang kehormatan untuk menampilkan prestasi olahraga Jawa Tengah. Insyaallah akan digelar Oktober 2026,” ujar Sujarwanto seusai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Selasa.Ia menjelaskan, venue pertandingan akan dipusatkan di wilayah Semarang Raya. Namun, untuk cabang aeromodeling akan digelar di Kabupaten Blora, sementara balap sepeda berlangsung di Kota Surakarta. Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang, sedangkan penutupan akan digelar di Kabupaten Kendal.Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas perkembangan sayembara logo dan maskot Porprov Jateng 2026. Tiga nominasi telah dipilih dan disetujui Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Pengumuman resmi pemenang sayembara dijadwalkan sekitar 9 Maret 2026.“Pak Gubernur dan tim seleksi sudah memilih. Itu nanti yang akan kita pakai untuk logo berikut maskotnya. Juga tentang timeline pelaksanaan sudah disepakati tadi, mudah-mudahan semua berjalan lancar,” papar Sujarwanto.Selain persiapan Porprov, dilansir dari laman Jatengprov, KONI Jateng juga kembali meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk proses bidding atau pengajuan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2032 (PON) 2032. Menurut Sujarwanto, dukungan penuh dari gubernur dan jajaran pemprov sangat penting untuk merealisasikan target tersebut.“PON ini ajang besar bagi kita, sekaligus menjadi momentum untuk menjual Jawa Tengah di mata nasional, bahkan menjadi pencermatan dunia,” jelasnya.Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan telah menyetujui dan akan mendukung penuh penyelenggaraan Porprov Jateng 2026 serta proses bidding tuan rumah PON 2032. Ia menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah untuk menyiapkan seluruh kebutuhan yang dapat difasilitasi pemerintah provinsi.“Saya sepakat semua persiapan Porprov Jateng dan bidding tuan rumah PON. Tapi saya titip agar atlet-atlet kita dijaga dan dilindungi betul, koordinasikan dengan Dispora Provinsi apa yang dibutuhkan,” tegasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, Masrofi, mengatakan penyelenggaraan Porprov merupakan kerja bersama antara Pemprov Jateng dan KONI sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028.“Terpenting adalah kolaborasi antara pemangku kepentingan, termasuk dari pemerintah provinsi dan KONI, juga sinergi dengan para pengusaha agar kegiatan Porprov ini dapat berjalan baik dan lancar,” katanya.Terkait apresiasi kepada atlet berprestasi, Pemprov Jateng telah menyiapkan tali asih bagi atlet yang meraih prestasi pada ajang SEA Games Thailand, Popnas, dan Peparnas. Penyerahan tali asih tersebut dijadwalkan pada Kamis (5/3/2026).“Khusus untuk atlet penyumbang medali pada ASEAN Para Games, akan menyusul di kemudian hari,” ujarnya.Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan lintas sektor, Porprov Jateng 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat pembinaan atlet serta kesiapan Jawa Tengah menuju pentas olahraga nasional. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak