Semarang (buseronline.com) - Atlet-atlet Jawa Tengah tampil gemilang dengan menyumbangkan 116 medali bagi kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games XIII Thailand 2025. Kontribusi tersebut membantu Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir dengan total 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Dari total raihan nasional, atlet Jateng menyumbang 44 medali emas, 34 perak, dan 38 perunggu atau sekitar 32,52 persen dari keseluruhan medali Indonesia.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, M Masrofi, mengatakan capaian tersebut melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah provinsi. Sejak awal, kontribusi atlet Jateng ditargetkan sebesar 30 persen dari total medali nasional.
“Total atlet Jawa Tengah meraih 116 medali, terdiri atas 44 emas, 34 perak, dan 38 perunggu. Kontribusinya sekitar 32,52 persen dari total perolehan medali Indonesia,” ujar Masrofi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu.
Menurutnya, dilansir dari laman Diskomdigi Jateng, dari 16 cabang olahraga yang dipertandingkan, kontribusi medali atlet Jateng cukup merata. Sejumlah cabang olahraga bahkan menjadi lumbung emas, seperti Blind Judo, Para Powerlifting, Para Swimming, Para Cycling, Para Badminton, Para Athletics, Boccia, Para Chess, Para Table Tennis, hingga Para Fencing.
Masrofi menilai prestasi tersebut tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI), khususnya pusat pelatihan di Kota Surakarta yang selama ini menjadi basis pembinaan atlet paralimpiade nasional.
Ke depan, pemerintah juga berencana mengembangkan pusat pembinaan baru di Dlingan, Kabupaten Karanganyar, guna memperkuat sistem pelatihan dan regenerasi atlet disabilitas.
“Tentu kami akan memberikan penghargaan kepada atlet ASEAN Para Games yang nantinya diserahkan oleh Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Untuk besarannya masih kami susun,” katanya.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah, NPCI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga disabilitas sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa depan.
“Teman-teman berkebutuhan khusus jangan patah semangat. Kami tidak pernah membeda-bedakan. Apa pun tujuan hidup untuk berkarya dan berprestasi, pemerintah siap mendukung atlet disabilitas,” pungkas Masrofi.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran penting Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung prestasi olahraga paralimpiade nasional di level internasional. (R)