Selhurst Park (buseronline.com) - Chelsea mengawali era kepelatihan Liam Rosenior dengan hasil meyakinkan usai menaklukkan Crystal Palace 3-1 di Selhurst Park, Minggu.Kemenangan tersebut membawa The Blues kembali menembus empat besar klasemen sementara Liga Premier Inggris. Tiga gol kemenangan Chelsea masing-masing dicetak oleh Estevao Willian, Joao Pedro, dan Enzo Fernandez.Hasil ini menjadi kemenangan liga kedua secara beruntun bagi Rosenior sejak ditunjuk menggantikan Enzo Maresca yang hengkang bulan lalu akibat perselisihan dengan manajemen klub. Kehadiran Rosenior langsung memberikan dampak positif bagi skuat muda Chelsea.Sebelum pergantian pelatih, klub London Barat itu hanya mampu meraih satu kemenangan dari sembilan laga liga terakhir. Namun, pelatih berusia 41 tahun yang direkrut dari Strasbourg tersebut berhasil menstabilkan performa tim dalam waktu singkat.Catatan Rosenior bahkan melampaui dua pendahulunya, Enzo Maresca dan Mauricio Pochettino, yang gagal meraih kemenangan dalam dua laga liga pertama mereka. Pelatih terakhir Chelsea yang mencatatkan awal serupa adalah Graham Potter.Meski demikian, Rosenior memilih tetap rendah hati dan fokus pada tantangan berikutnya. “Saya tidak memikirkan perasaan lega atau hal lainnya. Saya hanya fokus pada pekerjaan ini. Itu sangat penting karena kami masih memiliki pertandingan besar lainnya pada hari Rabu,” ujar Rosenior usai pertandingan.Secara taktik, Rosenior tidak melakukan perubahan drastis dari pendekatan berbasis penguasaan bola yang diwarisi dari Maresca. Namun, ia mulai menyuntikkan fleksibilitas.Menghadapi formasi 3-4-3 khas Crystal Palace asuhan Oliver Glasner, Chelsea menyesuaikan struktur pertahanan menjadi skema “semi-empat atau semi-lima” dengan Andrey Santos berperan sebagai poros.“Melihat mereka menerapkan rencana taktik seperti itu hanya dengan dua hari persiapan membuat saya sangat bangga. Hampir 95 persen pressing dan posisi mereka sudah sangat tepat,” kata Rosenior.Selain aspek taktik, Rosenior juga menaruh perhatian besar pada mentalitas dan disiplin pemain. Ia mendorong timnya tampil lebih agresif. Meski demikian, pekerjaan rumah masih menanti, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati.Seluruh gol yang kebobolan Chelsea sejak Rosenior menjabat berasal dari skema tersebut. Kemenangan atas Palace turut meredakan tekanan dari para suporter.Seusai laga, Rosenior tampak emosional ketika para pendukung Chelsea menyanyikan namanya. Ia membalas dengan meletakkan tangan di dada sebagai tanda apresiasi.“Saya sangat senang berada di sini. Ini klub fantastis dengan pendukung yang luar biasa. Saya dan para pemain harus terus membuktikannya lewat performa,” ucap pelatih kelahiran London itu.Namun, ujian sesungguhnya baru akan dimulai. Manajemen Chelsea tetap menargetkan kelolosan ke Liga Champions musim depan.Dengan jadwal berat menghadapi Napoli di kompetisi Eropa tengah pekan ini, konsistensi Rosenior akan menjadi kunci untuk membuktikan bahwa kebangkitan Chelsea bukan sekadar efek bulan madu. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak