Celtic Park (buseronline.com) - AS Roma menunjukkan superioritasnya di ajang Liga Europa 2024/2025 setelah menundukkan Celtic dengan skor telak 3-0 pada laga yang berlangsung di Celtic Park, Jumat dini hari WIB.Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren negatif Celtic di bawah pelatih baru mereka, Wilfried Nancy. Roma memulai pertandingan dengan agresif.Baru enam menit berjalan, Celtic sudah kebobolan akibat blunder bek Liam Scales. Niat menghalau bola dari situasi sepak pojok, sundulan Scales justru masuk ke gawang sendiri, membuat Kasper Schmeichel tak berdaya dan membawa Roma unggul cepat.Tertinggal membuat mental tuan rumah goyah. Pasukan Daniele De Rossi memanfaatkan situasi tersebut untuk terus memberikan tekanan. Evan Ferguson tampil garang dan menjadi momok pertahanan Celtic.Setelah sempat mengenai tiang, striker muda tersebut berhasil mencetak dua gol tambahan sebelum jeda turun minum. Roma pun menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 3-0.Celtic sebenarnya memiliki peluang emas di penghujung babak pertama setelah mendapat penalti. Namun eksekusi Arne Engels hanya mengenai bagian dalam tiang dan gagal mengubah skor.Memasuki babak kedua, Nancy melakukan tiga pergantian pemain sekaligus untuk mengejar ketertinggalan. Kelechi Iheanacho bahkan sempat membobol gawang Roma, tetapi gol dianulir karena offside.Situasi yang sama juga dialami Leon Bailey di kubu Roma. Hingga pertandingan usai, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan tim tamu.Hasil ini membuat Celtic semakin terpuruk di peringkat 24 klasemen sementara, membuat peluang mereka untuk lolos ke babak play-off kian berat. Nancy mengakui timnya kalah dalam banyak aspek permainan.“Kenyataannya adalah kami tidak mampu mengimbangi intensitas mereka,” ujar Nancy kepada TNT Sports. Ia menambahkan bahwa gol bunuh diri di awal laga membuat situasi semakin sulit bagi anak asuhnya.Sementara itu, mantan kiper Celtic, Joe Hart, memberikan kritik keras atas kondisi internal klub. Ia menyebut situasi Celtic saat ini bak “opera sabun” karena semakin besarnya kesenjangan antara manajemen, pemain, dan suporter.“Musim lalu luar biasa, tetapi masalah-masalah yang ada tidak diselesaikan dan akhirnya makin melebar,” kata Hart.Kekalahan ini menambah tekanan bagi Celtic yang harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang bertahan di kompetisi Eropa musim ini. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak