Jakarta (buseronline.com) - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah FIFA Players’ Voice Panel (PVP) yang terus menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi rasisme di dunia sepak bola.Isu rasisme hingga kini masih menjadi persoalan serius di berbagai level mulai dari stadion, dunia maya, hingga interaksi antar pemain, ofisial, dan suporter.Panel beranggotakan 16 mantan pesepak bola dunia itu menggelar pertemuan perdana di Rabat, Maroko, Senin. FIFA Players’ Voice Panel dibentuk pada Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Thailand, Mei 2024, sebagai bagian dari program global Global Stand Against Racism.Program ini mewajibkan seluruh 211 asosiasi anggota FIFA, termasuk Indonesia, untuk melakukan langkah nyata memberantas rasisme di lapangan maupun di luar lapangan.Erick menilai kehadiran FIFA PVP menjadi tonggak penting dalam memperkuat pesan moral bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang inklusif, adil, dan bebas dari diskriminasi.“Pertemuan FIFA PVP di Rabat diharapkan semakin menguatkan pesan anti-rasisme kepada masyarakat dunia. Sepak bola adalah olahraga global yang dapat menyatukan banyak bangsa, termasuk Indonesia,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (12/11/2025)Dukungan nyata Erick terhadap upaya FIFA juga terlihat ketika dirinya bertemu dan berdiskusi dengan salah satu anggota FIFA PVP asal Prancis, Mikaël Silvestre, di sela-sela Piala Dunia U-17 di Doha, Qatar.Dalam pertemuan itu, Erick menyampaikan harapan agar para mantan pemain dunia yang tergabung di panel tersebut dapat memberikan masukan penting bagi FIFA dan komunitas sepak bola global dalam memerangi rasisme serta kekerasan verbal.Erick juga menyoroti pentingnya refleksi terhadap situasi di dalam negeri. Ia mengingatkan bahwa kasus bullying dan ujaran bernada rasis di dunia olahraga maupun media sosial di Indonesia harus menjadi alarm agar semua pihak lebih waspada dan bertanggung jawab.“Fenomena ini harus menjadi pelajaran bersama. Jangan sampai tindakan tidak etis di dunia maya maupun di lapangan justru mencoreng wajah sepak bola kita dan berujung pada sanksi atau denda dari FIFA,” tegasnya.PSSI, kata Erick, berkomitmen memperkuat edukasi dan kampanye anti-rasisme serta anti-bullying melalui kompetisi, pembinaan usia muda, dan berbagai platform media sosial.Ia menegaskan bahwa semangat keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia harus tercermin dalam perilaku seluruh elemen sepak bola nasional. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak