Nice (buseronline.com) - Harapan OGC Nice untuk tampil di fase grup Liga Champions 2025/2026 makin menipis usai takluk 0-2 dari Benfica pada laga leg pertama babak play-off di Allianz Riviera, Kamis dini hari WIB.Dua gol dari Franjo Ivanovic dan Florentino membawa tim tamu asal Portugal pulang dengan keunggulan besar. Pertandingan ini sekaligus menjadi debut pahit bagi kiper anyar Nice, Yehvann Diouf.Meski tampil impresif di sebagian besar pertandingan, blunder di menit akhir membuat gawangnya kembali kebobolan dan memperbesar defisit gol timnya.Benfica tampil agresif sejak awal laga. Anak asuh Roger Schmidt langsung menekan pertahanan tuan rumah dan hampir mencetak gol cepat melalui Andreas Schjelderup, yang memanfaatkan miskomunikasi antara Juma Bah dan Antoine Mendy. Beruntung, tembakannya masih melebar.Tekanan beruntun Benfica terus berlanjut sepanjang babak pertama. Richard Rios memaksa Diouf melakukan penyelamatan gemilang lewat tendangan bebas, sementara Vangelis Pavlidis juga mengancam dari jarak dekat.Nice tampak kesulitan keluar dari tekanan dan minim kreativitas dalam membangun serangan. Masalah Nice bertambah saat gelandang senior Morgan Sanson harus ditarik keluar di menit ke-28 akibat cedera hamstring.Kehilangan Sanson mengganggu keseimbangan tim, sementara penggantinya, Hicham Boudaoui, gagal memberikan dampak signifikan meski tampil solid dalam duel perebutan bola.Kebuntuan pecah di menit ke-51 saat Fredrik Aursnes mengirim umpan matang ke kotak penalti yang disambut sepakan voli Franjo Ivanovic. Tanpa pengawalan, striker Kroasia itu dengan mudah menjebol gawang Diouf.Benfica nyaris menambah keunggulan lewat peluang ganda Ivanovic, namun masih digagalkan oleh Diouf. Namun, kerja keras sang kiper berakhir antiklimaks di menit ke-88, ketika tembakan jarak jauh Florentino gagal ia antisipasi dan bersarang di tiang dekat.Kekalahan 0-2 di kandang membuat Nice kini menghadapi misi berat di leg kedua di Estadio da Luz, Lisbon. Untuk lolos, mereka harus menang minimal tiga gol tanpa balas, sebuah tugas yang sangat sulit mengingat kekuatan Benfica di kandang.Statistik pun tidak berpihak pada wakil Prancis. Dari 50 laga terakhir di kompetisi Eropa, hanya tiga tim yang mampu membalikkan ketertinggalan 0-2 di kandang sendiri pada leg kedua.Meski peluang terbilang kecil, pelatih Franck Haise meminta anak asuhnya untuk tetap optimis. “Sepakbola penuh kejutan. Kami akan mencoba segalanya di Lisbon,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.Namun secara realistis, Benfica kini berada di ambang lolos ke fase grup Liga Champions dan hanya tinggal selangkah lagi untuk mengamankan tempat mereka di antara klub-klub elite Eropa. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak