Jakarta (buseronline.com) - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi tinggi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) atas komitmennya dalam membenahi kompetisi sepak bola nasional.Dalam dua tahun terakhir, menurut Erick, PT LIB telah melakukan berbagai terobosan penting yang sejalan dengan visi dan misi PSSI untuk memajukan sepak bola Indonesia.“Apresiasi untuk LIB, dalam dua tahun terakhir banyak terobosan baru di Liga. PSSI sendiri fokus pada Timnas Indonesia, ini seperti di banyak negara di mana federasi utamanya bertanggung jawab terhadap tim nasional,” ujar Erick di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB yang digelar di Jakarta, Senin.Erick menekankan bahwa meski PSSI hanya memiliki satu persen saham di PT LIB, kerja sama antara kedua institusi berjalan harmonis demi meningkatkan marwah sepak bola nasional.Salah satu hasil nyata dari sinergi tersebut adalah penetapan kalender liga untuk tiga tahun ke depan, yang mendukung persiapan dan jadwal Timnas Indonesia.Lebih lanjut, ia menyoroti beberapa pencapaian PT LIB, di antaranya penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 sejak musim lalu dan kini diterapkan pula di Liga 2.“Padahal di banyak negara, liga divisi dua belum menggunakan VAR, termasuk Liga Championship di Inggris tempat Oxford United bermain. Ini menunjukkan keseriusan kita dalam meningkatkan kualitas kompetisi,” jelas Erick.Tak hanya itu, PSSI dan PT LIB juga tengah memperkuat sistem perwasitan. Erick mengungkapkan bahwa tahun depan akan mulai digunakan jasa wasit asing, namun porsinya dibatasi maksimal 30 persen agar wasit lokal tetap berkembang.“Kita juga rekrut dan bentuk komisi perwasitan yang lebih solid. Di PSSI sudah ada Ogawa, dan kita ingin kualitas wasit lokal terus meningkat,” imbuhnya.Salah satu gebrakan terbaru yang diapresiasi Erick adalah penunjukan Takeyuki Oya sebagai General Manager Competition and Operation PT LIB. Oya merupakan profesional asal Jepang dengan pengalaman 16 tahun menangani J League.“Ini terobosan penting. Kita percaya proses, beri waktu Oya bekerja. Jangan buru-buru menuntut hasil instan. Transformasi yang dilakukan LIB bukan karena tekanan, tapi karena kesadaran akan potensi besar yang dimiliki sepak bola Indonesia,” tegas Erick.Menurutnya, keputusan Oya bergabung dengan PT LIB meski memiliki banyak tawaran dari negara lain menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia sedang berada di jalur perubahan yang positif, didukung komitmen kuat dari pemerintah dan semua pemangku kepentingan.“Kalau orang luar bisa melihat potensi kita, tapi kita sendiri tidak, berarti ada yang salah. PSSI punya komitmen, Liga punya komitmen, sekarang tinggal masyarakat dan suporter turut menunjukkan komitmennya. Mari beri kesempatan sepak bola kita untuk bertumbuh,” tutup Erick Thohir. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak