Jakarta (buseronline.com) - Ketua PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan terkait rumor yang menyebutkan bahwa pihaknya akan menaturalisasi bek FC Copenhagen, Kevin Diks, untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam keterangannya, Erick menyatakan, "Alhamdulillah kalau memang masuk. Jangankan Kevin Diks, yang lainnya juga masuk."Erick mengakui bahwa PSSI sedang memproses beberapa pemain keturunan untuk dinaturalisasi, tetapi ia masih merahasiakan identitas pemain-pemain tersebut. "Kalau sudah salaman baru bisa ngomong. Sekarang baru cita-cita. Kalau sudah salaman, ngomong, dan ada fotonya, itu benar. Kalau gosip, biarkan saja," jelas Erick.Kevin Diks, yang lahir di Apeldoorn, Belanda, 6 Oktober 1996, berusia 27 tahun dan memenuhi syarat untuk dinaturalisasi karena kakek dan neneknya berasal dari Indonesia. Keluarga Diks berasal dari Ambon, Maluku. Nama lengkapnya adalah Kevin Diks Bakarbessy, dengan marga yang ada di Waai, Kabupaten Maluku Tengah.Lebih lanjut, Erick menambahkan, "Insyaallah ada yang sedang diproses. Posisi saya tidak bisa ngomong. Semua itu kita harus jaga, termasuk privasi pemain, dan kita hargai pilihannya." Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin membahas hal ini lebih lanjut sebelum ada komitmen yang jelas. "Saya bukan tipe pemimpin yang jual-jual janji; saya jual program yang bisa terimplementasi. Gosip-gosip pemain banyak banget, tapi kalau belum salaman, tidak usah," imbuhnya.Sebelumnya, Kevin Diks juga memberikan pernyataan kepada media Denmark, Bold, di mana ia mengungkapkan bahwa PSSI telah menghubungi agen-nya. Ia merasa terhormat dan mempertimbangkan tawaran untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. "Timnas Indonesia telah berkembang sangat cepat, dan makin banyak pemain seperti saya yang memiliki dua kewarganegaraan dan bergabung ke dalam tim," ujar Diks.Pemain yang memiliki tinggi 186 cm ini belum pernah berlaga untuk Timnas Belanda senior, hanya di level U-21, U-20, dan U-19. Dengan kehadiran potensi pemain keturunan seperti Diks, Timnas Indonesia diharapkan dapat meraih kesuksesan lebih besar di pentas internasional. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak