London (buseronline.com) - Arsenal meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Lille dalam lanjutan Liga Champions di Stadion Emirates, pada 14 Oktober 2026 dini hari WIB. Tiga gol kemenangan The Gunners tercipta pada babak kedua dalam rentang waktu hanya tujuh menit.
Kemenangan tersebut memperpanjang tren positif
Arsenal di kompetisi Eropa setelah sebelumnya menundukkan Napoli dengan skor 1-0 pada pertandingan pembuka
Liga Champions musim ini.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melakukan lima perubahan dalam susunan pemain utama dibandingkan saat timnya mengalahkan Leeds United 2-1 di Liga Primer Inggris.
Rotasi dilakukan untuk menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal padat, dengan
Arsenal harus menjalani delapan pertandingan dalam 25 hari. Pada babak pertama,
Arsenal sempat kesulitan membongkar pertahanan Lille.
Sejumlah peluang melalui Bruno Guimaraes dan Eberechi Eze belum mampu menghasilkan gol. Sementara itu, Lille gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-64. Jurrien Timber membawa
Arsenal unggul setelah memanfaatkan umpan Noni Madueke dan menuntaskannya dengan penyelesaian apik yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Lille.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Arsenal. Arteta kemudian memasukkan Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Bukayo Saka secara bersamaan pada menit ke-65 untuk menambah daya gedor timnya.
Pergantian pemain itu langsung memberikan dampak positif. Pada menit ke-67, Eberechi Eze menggandakan keunggulan
Arsenal setelah memanfaatkan umpan Bukayo Saka yang sempat mengenai pemain lawan.
Arsenal kemudian memastikan kemenangan melalui gol Bukayo Saka pada menit ke-71. Saka menuntaskan kombinasi serangan apik bersama Odegaard dan Havertz untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Menjelang pertandingan berakhir, Arteta memberikan kesempatan kepada Max Dowman untuk tampil sebagai pemain pengganti. Di kubu Lille, mantan penyerang
Arsenal, Olivier Giroud, juga masuk ke lapangan dan mendapat sambutan hangat dari pendukung tuan rumah.
Pelatih Lille, Davide Ancelotti, mengakui kedalaman skuad Arsenal menjadi salah satu faktor utama yang menentukan hasil pertandingan. Menurutnya, pemain-pemain pengganti Arsenal mampu mengubah ritme permainan setelah memasuki menit ke-60.
"Dengan pemain-pemain yang selalu mereka miliki di bangku cadangan, mereka bisa mengubah ritme permainan," ujar Ancelotti.