London (buseronline.com) - Timnas Spanyol berhasil bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris dengan skor 3-2 dalam laga UEFA Nations League di Stadion Wembley, Sabtu waktu setempat.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan
Spanyol menjadi 39 pertandingan. Skuad asuhan Luis de la Fuente menunjukkan mental kuat setelah sempat kehilangan keunggulan dan berbalik tertinggal pada babak pertama.
Spanyol langsung membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Kesalahan Marc Guehi saat mencoba menyapu bola dimanfaatkan Lamine Yamal.
Yamal merebut bola dan kemudian melepaskan tembakan melengkung dengan kaki kiri. Bola membentur tiang bagian dalam sebelum bersarang di gawang Inggris yang dikawal James Trafford.
Spanyol memiliki sejumlah peluang untuk menggandakan keunggulan. Ferran Torres sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena offside. Trafford juga beberapa kali menggagalkan peluang pemain Spanyol.
Dani Olmo turut mendapatkan kesempatan emas setelah menerima umpan dari Yamal, tetapi tembakannya masih melebar.
Inggris kemudian mulai bangkit dan tampil lebih agresif. Pada menit ke-36, Anthony Gordon berhasil menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat.
Gordon memulai pergerakan dari wilayah pertahanan Inggris sebelum menerima umpan terobosan Jude Bellingham. Ia kemudian menaklukkan Unai Simon untuk membuat skor menjadi 1-1.
Tuan rumah bahkan berbalik unggul empat menit kemudian. Harry Kane mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan silang Nico O'Reilly. Bola sempat mengenai Marc Cucurella sebelum masuk ke gawang Spanyol.
Inggris mendapat peluang memperlebar keunggulan pada menit ke-55 setelah wasit menunjuk titik penalti. Keputusan tersebut diambil setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran Rodri terhadap Bellingham di kotak terlarang.
Kane maju sebagai eksekutor. Namun, penyerang Inggris itu terpeleset ketika melakukan tendangan sehingga bola hanya membentur mistar gawang.
Kegagalan penalti tersebut menjadi titik balik pertandingan.
Spanyol kemudian meningkatkan tekanan dan berhasil memanfaatkan kesalahan lini belakang Inggris.