Jakarta (buseronline.com) - Polri mulai mematangkan persiapan pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar di Indonesia. Pengamanan disiapkan tidak hanya di stadion, tetapi juga mencakup mobilitas tim selama mengikuti rangkaian turnamen.
Hal tersebut disampaikan Astama Ops
Polri Komjen Pol Fadil Imran saat menghadiri Rapat Koordinasi Dukungan Pemerintah Penyelenggaraan
FIFA ASEAN Cup 2026 di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin.
Rapat tersebut dipimpin Menpora Erick Thohir dan dihadiri sejumlah kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang terlibat dalam persiapan penyelenggaraan turnamen.
Dalam rapat tersebut, Fadil Imran didampingi Kakorlantas
Polri Irjen Pol Wibowo. Fadil mengatakan
Polri akan mengoptimalkan pengamanan dengan memanfaatkan pengalaman dalam mengamankan berbagai agenda olahraga berskala nasional maupun internasional.
"Kami dari Kepolisian tentu akan mengoptimalkan pengamanan. Sport industry, sport tourism ini menjadi sebuah ekosistem yang harus dipahami oleh kepolisian juga. Ini harus kita dukung sepenuhnya," ujar Fadil dilansir dari laman Humas Polri.
Menurut Fadil,
Polri juga terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai aspek pengamanan. Sejumlah stadion yang akan digunakan untuk pertandingan telah menjalani asesmen guna memastikan kesiapan fasilitas dan aspek keamanannya.
Stadion Si Jalak Harupat, Jawa Barat, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, disebut telah memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai lokasi pertandingan.
"Hampir semua pertandingan di lapangan sepak bola yang sering dipakai oleh PSSI kita sudah lakukan asesmen," kata Fadil.
Selain pengamanan pertandingan, Polri juga menyiapkan dukungan terhadap kelancaran perjalanan tim dari dan menuju tempat latihan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penggunaan Lapangan PTIK sebagai lokasi latihan Timnas Indonesia.
"Kami akan terus memperbaiki hal-hal lain terkait dengan kelancaran aktivitas dari dan ke tempat latihan, termasuk dukungan
Polri untuk penggunaan Lapangan PTIK untuk tempat latihan Timnas," ujar Fadil.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir memastikan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.
Erick mengatakan Presiden telah mengeluarkan Government Guarantee yang kemudian dikirimkan kepada FIFA. FIFA selanjutnya telah memberikan respons yang memastikan Indonesia menjadi tuan rumah ajang tersebut.
"Alhamdulillah Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee yang langsung dikirimkan kepada FIFA dan FIFA sendiri alhamdulillah sudah menjawab bahwa kita menjadi tuan rumah," ujar Erick.
Saat ini, pemerintah masih menjalani proses negosiasi terkait host contract. Erick menyebut substansi kontrak tersebut tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 yang sebelumnya berlangsung di Indonesia.
Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ajang tersebut.