Medan (buseronline.com) - Spanyol dinilai memiliki peluang besar untuk mempertahankan gelar Piala Dunia pada edisi 2030 setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2026.
Keberhasilan La Roja mengalahkan Argentina di partai final tak hanya mengakhiri penantian panjang, tetapi juga menjadi awal dari ambisi mencetak sejarah sebagai juara bertahan pertama sejak Brasil pada 1962.
Meski tantangan mempertahankan gelar tidak mudah, sejumlah faktor membuat peluang Spanyol lebih terbuka dibanding para juara dunia sebelumnya. Salah satu keuntungan terbesar adalah status mereka sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030.
Bermain di hadapan publik sendiri diyakini akan menjadi nilai tambah bagi
Spanyol. Dukungan suporter, atmosfer stadion yang familiar, serta minimnya beban perjalanan selama turnamen dinilai dapat membantu La Roja tampil lebih konsisten di laga-laga penting.
Selain faktor tuan rumah, Spanyol juga memiliki fondasi skuad yang menjanjikan. Sebanyak 11 pemain dalam tim juara Piala Dunia 2026 masih berusia 25 tahun atau lebih muda, sehingga diperkirakan akan memasuki usia emas ketika Piala Dunia 2030 digelar.
Sejumlah pemain seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Pedri, Gavi, Marc Pubill, Eric García, dan Víctor Muñoz diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung tim. Pengalaman yang mereka kumpulkan sejak usia muda menjadi modal berharga untuk menjaga daya saing
Spanyol di level tertinggi.
Kekuatan lain La Roja terletak pada identitas permainan yang konsisten. Spanyol tetap mengandalkan filosofi penguasaan bola yang telah menjadi ciri khas selama bertahun-tahun.
Sistem tersebut membuat proses regenerasi berjalan lebih mulus karena setiap generasi pemain telah terbiasa dengan pola permainan yang sama. Di sisi lain, peran pelatih Luis de la Fuente juga menjadi faktor penting dalam kebangkitan
Spanyol.
Sejak dipercaya menangani tim nasional pada 2023, ia berhasil mempersembahkan gelar Piala Eropa sebelum membawa La Roja menjadi juara dunia pada 2026. Kontrak De la Fuente yang berlaku hingga Juni 2028 berpeluang diperpanjang hingga melewati Piala Dunia 2030.