Mandalika (buseronline.com) - Pemandangan berbeda tersaji di podium kelas R25 Community B Yamaha Sunday Race 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu.
Seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia, I Putu Adi Kartika Putra atau yang akrab disapa Tom Adi, sukses mengamankan posisi ketiga di antara para pembalap komunitas.
Bagi anggota Dit Polairud Polda Bali tersebut, podium bukan sekadar pencapaian di lintasan. Ia memanfaatkan setiap prestasi yang diraih untuk menyuarakan kampanye menghentikan balap liar dan menjauhi penyalahgunaan narkoba kepada generasi muda.
Tom Adi mengaku memiliki masa lalu sebagai pelaku balap liar. Bahkan, saat remaja ia pernah ditangkap polisi karena mengikuti balapan ilegal di jalan raya.
"Awalnya justru saya berasal dari dunia balap liar. Saya pernah ditangkap polisi. Saya juga sempat dipukul, tetapi bukan karena polisi yang salah. Saat itu saya yang salah karena melawan petugas," ujar Tom Adi.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Cita-citanya sejak kecil untuk menjadi anggota Polri akhirnya terwujud. Setelah bergabung dengan kepolisian, ia memilih menjadikan pengalaman masa lalunya sebagai pelajaran sekaligus motivasi untuk mengedukasi masyarakat.
Menurutnya, banyak teman seperjuangannya di dunia balap liar yang mengalami kecelakaan. Karena itu, ia ingin menunjukkan bahwa menyalurkan hobi balap seharusnya dilakukan di sirkuit yang aman dan melalui kompetisi resmi.
Perjalanan menuju dunia balap profesional juga tidak mudah. Tom Adi mulai mengikuti kejuaraan resmi pada 2016 dan bergabung di
Yamaha Sunday Race sejak 2017 ketika ajang tersebut masih digelar di Sirkuit Sentul. Bahkan, untuk membeli racing suit pertamanya, ia harus meminjam dana dari koperasi.
Tom Adi menegaskan, target meraih podium bukan hanya demi prestasi pribadi. Baginya, hasil yang baik membuat pesan yang dibawanya lebih mudah diterima masyarakat.