Puskás (buseronline.com) - Final UEFA Champions League Final musim 2025/2026 dipastikan menghadirkan pertarungan dua raksasa Eropa, Paris Saint-Germain melawan Arsenal.
Laga puncak ini terasa semakin istimewa karena kedua tim datang dengan status juara liga domestik masing-masing.
PSG sukses mempertahankan gelar Ligue 1 setelah menundukkan Lens 2-0 pada 13 Mei lalu.
Gelar tersebut menjadi trofi liga ke-14 sepanjang sejarah klub sekaligus yang kelima secara beruntun bagi wakil Prancis itu. Sementara Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang menjadi penguasa Inggris.
The Gunners memastikan gelar Premier League pertama sejak 2004 usai pesaing utama mereka gagal meraih kemenangan di pekan penentuan.
Partai final akan digelar di Puskás Aréna pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB. Pertandingan ini menjadi final pertama dalam enam tahun terakhir yang mempertemukan dua juara bertahan liga domestik.
Terakhir kali situasi serupa terjadi pada musim 2019/2020 ketika Bayern Munich menghadapi
PSG. Saat itu Bayern yang dilatih Hansi Flick keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0 atas tim asuhan Thomas Tuchel.
Perjalanan PSG menuju final musim ini menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim paling komplet di Eropa. Tim racikan Luis Enrique tampil impresif ketika menyingkirkan Bayern Munich di semifinal.
Bermain di Allianz Arena,
PSG langsung mengejutkan tuan rumah lewat gol cepat Ousmane Dembélé. Permainan menyerang mereka terlihat sangat rapi dan terorganisasi sejak menit awal.
Dembele kembali menjadi pusat permainan PSG. Penyerang asal Prancis itu tampil luar biasa sepanjang musim dan kini disebut-sebut sebagai kandidat kuat peraih Ballon d'Or.
Selain Dembele, Khvicha Kvaratskhelia dan Désiré Doué juga tampil menonjol. Kombinasi kecepatan, kreativitas, dan keberanian duel satu lawan satu membuat lini depan
PSG sangat sulit dihentikan.
Di lini tengah, PSG memiliki keseimbangan permainan yang luar biasa lewat penampilan Fabián Ruiz, João Neves, dan Vitinha.
Sementara di sektor pertahanan, Marquinhos dan Willian Pacho tampil disiplin dalam meredam ancaman lawan, termasuk membatasi pergerakan Harry Kane di semifinal.
PSG bahkan sudah mencetak 44 gol di Liga Champions musim ini, hanya terpaut satu gol dari rekor milik FC Barcelona pada tahun 2000.
Meski
PSG tampil menakutkan,
Arsenal tetap memiliki modal besar menghadapi final nanti. Tim asuhan Mikel Arteta menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di
Liga Champions musim ini.