Garut (buseronline.com) - Sebanyak 41 apoteker baru lulusan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Garut resmi diambil sumpah profesinya di Hotel Harmoni, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin.
Dilansir dari laman Jabarprov, kehadiran para apoteker baru ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten
Garut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan tambahan tenaga apoteker sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan tenaga kesehatan di Kabupaten Garut.
"Kami sangat berbahagia, terutama di lingkungan Dinas Kesehatan, karena mendapatkan tambahan pasukan tenaga kesehatan," ujar Leli.
Ia menjelaskan, Kabupaten Garut dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa masih membutuhkan berbagai tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis kesehatan.
Menurutnya, peran apoteker sangat strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
"Peran para apoteker ini sangat strategis, karena di tangan apotekerlah mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien itu berada," katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas
Garut Irfan Nabhani mengapresiasi capaian lulusan
Apoteker Angkatan XIII yang berhasil mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen. "Presentase kelulusan angkatan ini mencapai 100 persen," ujar Irfan.
Ia menegaskan, sumpah profesi apoteker bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal pengabdian profesi yang menuntut integritas, ketelitian, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
"Hari ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi ini adalah tonggak perjalanan saudara sekalian yang memasuki profesi yang mulia," tuturnya.
Perwakilan lulusan, Sution, menyampaikan terima kasih kepada dosen, pembimbing Praktik Kerja Profesi Apoteker, serta civitas akademika Universitas Garut yang telah mendampingi proses pendidikan hingga para mahasiswa resmi menyandang profesi apoteker.
Kehadiran puluhan apoteker baru tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kefarmasian sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten
Garut. (R)