Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Kota Medan yang tetap melayani pasien BPJS Kesehatan. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat Sumut.
Rencana pembangunan rumah sakit itu dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Gubernur Sumut Muhammad
Bobby Afif Nasution bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dan jajaran direksi Rumah Sakit Haji
Medan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30
Medan, Senin.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby Nasution menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, alat kesehatan (alkes), sumber daya manusia (SDM), hingga kualitas pelayanan rumah sakit. Ia menginginkan rumah sakit tersebut menghadirkan layanan modern dengan kenyamanan layaknya hotel berbintang lima.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy mengatakan rumah sakit itu akan dibangun melalui pola kerja sama pemerintah dan swasta dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO).
Menurut Faisal, skema KSO dipilih karena dinilai lebih efektif dan efisien dalam mempercepat operasional rumah sakit sekaligus meminimalkan risiko pengelolaan SDM dan manajemen.
"Dengan sistem KSO, Pemprov Sumut tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol. Selain itu, mitigasi risiko SDM dan manajemen lebih baik, operasional lebih cepat, aset tetap dimiliki pemerintah, fleksibel secara administratif, dan kualitas layanan tetap terjaga," ujar Faisal.
Ia menjelaskan proyek tersebut merupakan kolaborasi antara PT Dirga Surya, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, Rumah Sakit Haji Medan, RS Mitra An-Nisa, dan PT Bank Sumut.
Dalam skema tersebut, PT Dirga Surya bertugas menyediakan aset, RS Mitra An-Nisa mengelola layanan operasional sesuai standar profesional, sedangkan RS Haji
Medan memastikan mutu layanan, tata kelola, dan keberlanjutan rumah sakit.
Faisal menambahkan rumah sakit bertaraf internasional tersebut dirancang khusus untuk tetap melayani pasien BPJS Kesehatan dengan tujuan menghadirkan layanan kesehatan terpadu, bermutu tinggi, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Rumah sakit itu direncanakan memiliki enam lantai dengan kapasitas 250 tempat tidur serta dilengkapi layanan kesehatan modern dan tenaga medis kompeten.
Lokasinya berada di pusat Kota Medan dan berdekatan dengan dua rumah sakit bertaraf internasional lainnya yang belum melayani pasien BPJS Kesehatan. (P3)