Pemko Bandung Perkuat Kota Inklusif Lewat Penguatan RBM

Heri - Selasa, 19 Mei 2026 13:00 WIB
Suasana pelantikan pengurus RBM Kota Bandung periode 2026-2030, Rabu (13/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung memperkuat pembangunan kota inklusif melalui penguatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penyandang disabilitas dan individu berkebutuhan khusus.

Dilansir dari laman Jabarprov, komitmen tersebut disampaikan dalam pelantikan pengurus RBM Kota Bandung periode 2026-2030, Rabu.

Ketua RBM Kota Bandung Aryatri Benarto Farhan mengatakan penyandang disabilitas membutuhkan lingkungan yang aman, nyaman, suportif, serta memiliki aksesibilitas memadai agar dapat hidup mandiri di tengah masyarakat.

"Adaptasi bagi penyandang disabilitas di lingkungan masyarakat bukan hal mudah. Mereka membutuhkan lingkungan yang suportif, aman, nyaman, dan memiliki aksesibilitas yang baik," ujar Aryatri.

Ia berharap Kota Bandung dapat menjadi wilayah yang bebas stigma dan diskriminasi sehingga anak-anak disabilitas dapat tumbuh dengan rasa aman dan setara.

"Saya ingin suatu hari nanti tempat kita tinggal benar-benar aman dan nyaman bagi anak-anak disabilitas dan individu berkebutuhan khusus. Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi," katanya.

Menurut Aryatri, pembangunan kota inklusif membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, komunitas, serta perangkat pemerintah agar dukungan terhadap penyandang disabilitas berjalan secara berkelanjutan. "Ini bukan perjuangan satu sektor atau satu dinas, tapi perjuangan bersama seluruh masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan RBM harus menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, komunitas, pengusaha, seniman, budayawan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat pemberdayaan kelompok disabilitas. "RBM harus menjadi melting pot berbagai ide dan kolaborasi demi pemberdayaan kelompok disabilitas," ujar Farhan.

Pemerintah Kota Bandung juga terus mendorong pembangunan ruang publik, fasilitas olahraga, layanan publik, hingga tempat ibadah yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

Farhan menekankan setiap pembangunan fisik perlu memperhatikan kebutuhan extreme user, termasuk kelompok disabilitas, agar aksesibilitas semakin merata. "Setiap pembangunan fisik harus memperhatikan kepentingan extreme user termasuk penyandang disabilitas," katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemko Bandung juga mengajak dunia usaha membuka peluang kerja dan ruang berkarya bagi penyandang disabilitas melalui dukungan insentif perusahaan.

Di bidang olahraga, Kota Bandung dipastikan siap menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah 2026 sebagai sarana membangun prestasi dan rasa percaya diri atlet disabilitas. "Olahraga bukan hanya soal ekonomi dan event, tapi juga membangun mindset untuk berprestasi," ujarnya.

Farhan berharap RBM dapat terus menjadi ruang kerelawanan dan advokasi yang aktif membantu penyandang disabilitas menghadapi berbagai tantangan sosial di masyarakat. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026

Kesehatan

Pemko Bandung Perkuat UMKM Perempuan, Dorong Akses Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko

Kesehatan

Pemko Bandung Usut Tuntas Penebangan 35 Pohon di Empat Lokasi

Kesehatan

Sengketa Lahan, Pemko Bandung Pastikan Pendidikan 900 Siswa SDN 026 Bojongloa Tetap Berjalan

Kesehatan

Wali Kota Bandung Ajak HMI Jadi Mitra Kritis Pemerintah dalam Membangun Kota

Kesehatan

DPRD Kota Bandung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025