Manggarai (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama pemerintah daerah terus menggencarkan upaya pencegahan Rabies di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, melalui vaksinasi hewan penular rabies (HPR) secara door to door.
Dilansir dari laman PMI, kegiatan yang berlangsung di sejumlah wilayah di Kecamatan Langke Rembong dan Kecamatan Wae Ri'i itu melibatkan relawan PMI, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, desa, hingga kelurahan.
Sejak pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Manggarai, kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memperkuat edukasi masyarakat sekaligus memperluas cakupan vaksinasi hewan peliharaan.
Pada pelaksanaannya, tim vaksinator bersama relawan mendatangi rumah warga satu per satu untuk memberikan vaksin kepada anjing dan kucing peliharaan. Di beberapa lokasi, warga tampak telah menyiapkan hewan peliharaannya untuk divaksin.
Salah seorang warga Kelurahan Mbaumuku, Videlis Ardin, mengaku mendukung langkah pencegahan yang dilakukan PMI dan pemerintah. "Saya sangat mendukung kegiatan pencegahan yang dilakukan PMI. Ini membantu menjaga keamanan lingkungan dan mencegah penyebaran rabies di masyarakat," ujarnya.
Selain
vaksinasi, relawan PMI juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya
rabies, pentingnya segera melapor jika terjadi gigitan hewan, serta cara memelihara hewan peliharaan secara aman dan tertib.
Perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, drh. Safrina Natalia Dadus, mengatakan keterlibatan berbagai pihak sangat membantu kelancaran program vaksinasi di lapangan.
"Kolaborasi antara tim vaksinator, relawan PMI, pemerintah desa dan kelurahan, serta antusiasme masyarakat sangat membantu pelaksanaan
vaksinasi. Ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan," katanya.
Ia menjelaskan, vaksinasi dilakukan di 14 kelurahan di Kecamatan Langke Rembong dan enam desa di Kecamatan Wae Ri'i oleh delapan tim vaksinator yang didampingi relawan PMI.
Sementara itu, petugas teknis Dinas Peternakan Kecamatan Langke Rembong, Rumaldus Didiaktris, menyebut metode door to door dipilih untuk menjangkau lebih banyak warga.
"Proses vaksinasi kami lakukan dengan berjalan dari rumah ke rumah bersama pemerintah kelurahan dan RT setempat," ujarnya.
Koordinator Program KLB Rabies PMI
Kabupaten Manggarai, Yoseph Cetak, menegaskan bahwa edukasi masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menghentikan penyebaran
rabies.