Bekasi (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dengan memperkuat pengawasan distribusi pangan dan melibatkan pemasok lokal guna menekan angka stunting sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten
Bekasi, Carwinda, saat memimpin rapat koordinasi program
Makan Bergizi Gratis di Gedung Kantor Bupati
Bekasi, Rabu.
Dilansir dari laman Jabarprov, rapat tersebut dihadiri perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta organisasi profesi untuk memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran hingga tingkat desa.
Dalam arahannya, Carwinda meminta seluruh camat segera membentuk posko pengawasan di masing-masing kecamatan untuk memantau distribusi makanan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat.
"Camat sebagai Kepala Satgas di Kecamatan harus segera membentuk posko pengawasan. Saya tidak ingin ada kecamatan yang lambat," ujar Carwinda.
Pemerintah Kabupaten
Bekasi juga menyiapkan delapan indikator penilaian Satgas terbaik, meliputi monitoring terpadu, pelatihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, pengawasan sanitasi dapur, hingga penerapan sistem pelaporan digital.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, mengatakan pihaknya terus melakukan pemutakhiran data penerima manfaat agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
"Data harus tepat. Kami siap mendukung pemutakhiran di semua level agar program benar-benar tepat sasaran," kata Krido.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah, menjelaskan verifikasi penerima manfaat difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Kami akan terjun langsung bersama pendamping sosial agar lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin tidak terlewat," ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi Dwy Sigit Andrian mengungkapkan angka stunting di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan dari 23,2 persen pada 2023 menjadi 18,4 persen pada 2024.
Meski demikian, berdasarkan data aplikasi e-PPGBM 2024 masih terdapat 3.948 anak mengalami
stunting. Karena itu, program
Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
"Stunting bukan hanya soal gizi, tapi tentang menyiapkan generasi emas 2045," tegas Dwy Sigit.