Pemko Bandung Perkuat PHBS untuk Tekan Penyakit Tidak Menular

Heri - Jumat, 08 Mei 2026 13:00 WIB
PHBS.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah strategis untuk menekan prevalensi penyakit tidak menular di tengah masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan tren peningkatan penyakit tidak menular harus menjadi perhatian serius, meskipun Kota Bandung masih menghadapi persoalan kesehatan lain seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).

"Prevalensi penyakit tidak menular harus turun," ujar Farhan saat menghadiri kegiatan di Kantor Palang Merah Indonesia Kota Bandung, Senin.

Menurut Farhan, data kesehatan yang dimiliki Pemkot Bandung menunjukkan perlunya penguatan pola hidup sehat sejak usia dini, khususnya di lingkungan sekolah. Edukasi kesehatan, kata dia, harus dimulai dari pengendalian konsumsi garam, gula, dan lemak dalam makanan sehari-hari.

"Harus disikapi dengan melakukan sosialisasi gaya hidup sehat. Donor darah adalah puncak. Namun sebelumnya kita harus meletakkan dasar-dasar yang sangat kuat. Baik hidup sehat dari pengelolaan atau kontrol dari kandungan garam, gula, dan lemak," katanya.

Ia menilai sektor pendidikan memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan generasi muda. Karena itu, Pemko Bandung akan mendorong pengawasan terhadap komposisi makanan yang dikonsumsi pelajar, termasuk dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Farhan menegaskan, keseimbangan kandungan gizi dalam makanan siswa harus menjadi perhatian utama guna mendukung kesehatan anak sejak dini.

Selain pengaturan pola makan, Pemko Bandung juga berencana memperkuat aktivitas fisik melalui program olahraga rutin bagi siswa sekolah. Langkah tersebut diyakini dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Ia menambahkan, penguatan PHBS tidak dapat dilakukan secara parsial. Seluruh program kesehatan, teknologi, dan inovasi di Kota Bandung harus terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Agar semua program, semua teknologi ataupun inovasi yang ada di Kota Bandung terintegrasi berpusat untuk kepentingan masyarakat Bandung," ucapnya.

Farhan juga menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif agar masyarakat tidak hanya fokus pada pengobatan saat sakit, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemko Bandung Targetkan PAD Sumbang Lebih dari 60 Persen Pendapatan Daerah

Kesehatan

Pemko Bandung Targetkan Pendapatan Rp7,46 Triliun pada APBD 2027

Kesehatan

Pemko Bandung Perketat Pengawasan MBG, Tiga SPPG Masuk Pengawasan Khusus

Kesehatan

Pemko Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor

Kesehatan

Pemko Bandung Perkuat Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak

Kesehatan

Pemko Bandung Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau