Temanggung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Temanggung terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan terpadu berbasis masyarakat. Dilansir dari laman Jatengprov, penurunan angka stunting ditegaskan tetap menjadi prioritas utama daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Temanggung, dr Intan Pandanwangi mengatakan intervensi difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Program tersebut meliputi pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemenuhan gizi ibu hamil, serta edukasi kesehatan keluarga.
"Dukungan sarana, seperti alat kesehatan di Posyandu, sangat penting untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan
stunting," ujarnya saat penyaluran program CSR
Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera di Desa Kertosari, Kecamatan Jumo, Selasa.
Ia mengapresiasi kontribusi yayasan dalam mendukung program pemerintah melalui pemberian alat kesehatan serta program makanan bergizi gratis bagi ibu hamil dan anak-anak. Saat ini, angka stunting di Temanggung berada di kisaran 14 persen.
Ketua
Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera, Rizki Wicaksono, menjelaskan bantuan yang disalurkan berupa timbangan, alat ukur tekanan darah, serta perangkat pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Bantuan tersebut menyasar 21 Posyandu di Desa Kertosari.
"Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Posyandu dalam memantau kesehatan ibu dan anak," katanya, didampingi Pembina Yayasan, Andi Kurniawan.
Menurutnya, program ini merupakan komitmen yayasan dalam mendukung pemerintah menekan angka
stunting melalui penguatan layanan kesehatan dasar. Selain itu, intervensi melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai mampu meningkatkan status gizi anak.
Sementara itu, kader Posyandu, Rumiyati, menyebut bantuan tersebut sangat membantu dalam menunjang pelayanan dan administrasi. "Kami berharap pelayanan bisa lebih maksimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," ujarnya. (R)