Semarang (buseronline.com) - Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan mental bagi perempuan melalui Pos Layanan Terpadu (Posyandu).
Hal tersebut disampaikan dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 BKOW Jawa Tengah yang digelar di Wisma Perdamaian, Minggu. Acara tersebut mengusung tema "Mengelola Kesehatan Mental dalam Pengasuhan dan Interaksi Keluarga, untuk Mencegah Burnout dan Toxic dalam Rumah Tangga."
Menurut Nawal, perubahan sosial saat ini membuat semakin banyak perempuan berperan sebagai kepala rumah tangga tunggal. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap ekonomi keluarga, tetapi juga pengasuhan anak, yang berpotensi meningkatkan tekanan mental.
"Perempuan saat ini menghadapi beban ganda. Karena itu, diperlukan dukungan sistem yang mampu menjangkau hingga tingkat akar rumput," ujarnya, dilansir dari laman
Jatengprov.
Sebagai langkah konkret, BKOW mendorong agar Posyandu tidak hanya fokus pada layanan kesehatan fisik, tetapi juga menyediakan layanan konseling kejiwaan. Dengan jaringan yang mencapai sekitar 49.149 posyandu di Jawa Tengah, potensi layanan berbasis komunitas dinilai sangat besar.
Ia menjelaskan, saat ini
Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) belum sepenuhnya memasukkan layanan kesehatan mental di tingkat nasional. Namun, inovasi sudah mulai diterapkan di Surakarta, di mana
Posyandu telah menyediakan ruang konseling mental yang bekerja sama dengan rumah sakit setempat.
Nawal menambahkan, meningkatnya kasus bunuh diri dan perceraian di Jawa Tengah menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan layanan kesehatan mental di masyarakat. Faktor pemicu seperti tekanan ekonomi, serta paparan berlebihan dari dunia digital, turut berkontribusi terhadap meningkatnya stres dan kelelahan mental.
"Di era gawai yang serba instan, ketahanan emosi generasi muda cenderung lebih rentan terhadap burnout, depresi, dan kecemasan. Ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan keluarga," jelasnya.
Selain itu, BKOW juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan perempuan, seperti Destara (Desa Sejahtera) dan Sekolah Perempuan Kartini.
Pada September mendatang, pihaknya juga berencana menggelar rembuk perempuan pesisir untuk mengidentifikasi kebutuhan serta merumuskan solusi bersama para pemangku kebijakan.
Melalui berbagai upaya tersebut, BKOW berharap Posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan mental, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. (R)