Medan (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan Airin Rico Waas menekankan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Hal tersebut disampaikan saat Airin menghadiri Seminar Awam dan Workshop bertema "
ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat dan Cerdas" yang digelar di RSIA Stella Maris, Kamis.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi TP PKK Kota Medan dengan pihak rumah sakit dan diikuti oleh 25 kader TP PKK dari lima kecamatan.
Dalam sambutannya, Airin mengajak para ibu untuk menjadikan
ASI eksklusif sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
Ia menegaskan bahwa ASI bukan hanya sumber gizi, tetapi juga bentuk perlindungan alami yang penting bagi tumbuh kembang anak.
Airin mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, saat ini terdapat 162 balita di Kota Medan yang mengalami
stunting dari total 79.926 balita.
Ia menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan pola asuh yang kurang tepat, seperti pemberian makanan padat terlalu dini.
Mengacu pada rekomendasi World Health Organization, pemberian
ASI eksklusif selama enam bulan dinilai sebagai langkah efektif dalam menurunkan angka
stunting. "Ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Medan," ujar Airin.
Lebih lanjut, Airin juga menyoroti tantangan yang dihadapi ibu dalam proses menyusui, baik secara fisik maupun emosional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan dari suami, keluarga, serta tenaga kesehatan.
Ia pun mengapresiasi kehadiran konselor laktasi dalam kegiatan tersebut yang memberikan solusi praktis kepada para peserta. "Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menghilangkan keraguan para ibu dalam memberikan
ASI terbaik bagi anak," tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSIA Stella Maris, Saiful Ramadhan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para ibu dalam memberikan ASI secara optimal.
Ia berharap para kader TP
PKK yang mengikuti kegiatan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendampingi para ibu dalam menghadapi berbagai kendala terkait pemberian
ASI. (R)