Semarang (buseronline.com) - Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi transformasi layanan dengan memperluas cakupan ke enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini diambil untuk mendekatkan sekaligus meningkatkan kualitas layanan dasar bagi masyarakat.
Ketua TP
Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menyampaikan bahwa sejak terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024,
Posyandu tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup lima bidang lainnya, yakni pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta sosial.
"Upaya penguatan Posyandu harus dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya memastikan program dan layanan di enam bidang SPM ini benar-benar berjalan," ujar Nawal saat mengikuti secara daring Peringatan Hari Posyandu Nasional Tingkat Jawa Tengah 2026 di Kantor Dispermadesdukcapil Jateng, Rabu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris TP
Posyandu Jateng yang juga Kepala Dispermadesdukcapil Nadi Santoso serta Kepala DP3AKB
Jateng Ema Rachmawati.
Nawal menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program unggulan berbasis enam bidang SPM. Pada bidang pendidikan, program yang dikembangkan meliputi PAUD Emas berbasis masyarakat, literasi digital, serta penguatan perpustakaan desa.
Di bidang kesehatan, terdapat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) serta program Kecan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil).
Sementara pada bidang pekerjaan umum, dikembangkan program penyediaan air bersih serta inovasi "Jelantah Jadi Rupiah" yang melibatkan Dinas ESDM, TP PKK Kabupaten Batang, dan sektor swasta di kawasan industri Batang.
Untuk bidang perumahan rakyat, TP
Posyandu menghadirkan program Kebun Gizi dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga kurang mampu.
Di bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dikembangkan layanan pengaduan terpadu bekerja sama dengan Linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, dan Damkar, serta penguatan patroli kampung dan pemulihan trauma pascabencana.
Sementara pada bidang sosial, TP
Posyandu menghadirkan program Sekolah Lansia serta layanan kesehatan mental berbasis daring "Bahtera Cinta" yang melibatkan BKKBN Jawa Tengah dan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, TP Posyandu Jateng bersama 35 kabupaten/kota telah menandatangani komitmen bersama dengan kepala daerah pada 2025. Komitmen tersebut juga telah diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah, baik RPJMD maupun RKPD 2026.
Nawal berharap, berbagai program tersebut dapat meningkatkan kinerja pembangunan Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.