Jayapura (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Tanah Papua melalui penguatan deteksi dini, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih masif.
Dilansir dari laman Kemkes, Wakil Menteri Kesehatan RI
Benjamin P Octavianus menegaskan bahwa TB menjadi salah satu fokus utama dalam program prioritas kesehatan nasional. Menurutnya, kunci keberhasilan penanganan TB terletak pada sinergi berbagai pihak.
"Kita fokus pada pemberantasan tuberkulosis sebagai bagian dari program prioritas. Intinya adalah kolaborasi lintas sektor agar penanganan TB bisa berjalan optimal," ujarnya.
Berdasarkan data, sekitar 4 persen kasus TB nasional berasal dari wilayah Papua. Namun, tantangan utama masih dihadapi dalam rendahnya penemuan kasus serta belum optimalnya pelacakan kontak serumah pasien TB.
Bahkan, sebagian besar wilayah di Papua belum mencapai target nasional dalam penemuan kasus. Selain itu, capaian layanan kesehatan TB secara nasional baru mencapai 89,55 persen.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses dan mutu layanan, terutama di wilayah dengan keterbatasan geografis seperti Papua. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis.
Di antaranya peningkatan skrining secara masif, penguatan pelacakan kontak yang terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis (CKG), serta pendampingan pasien guna memastikan kepatuhan pengobatan hingga tuntas.
Pemerintah juga mengintegrasikan sistem pelaporan secara real-time serta melibatkan kader, keluarga, dan komunitas dalam penanganan pasien TB.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung percepatan eliminasi TB melalui kebijakan yang terarah.