Jakarta (buseronline.com) - RS Polri Kramat Jati membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) guna mendukung proses identifikasi korban kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan kereta diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Dilansir dari laman Humas Polri, keluarga korban diminta segera melapor ke posko tersebut.
Kepala Biro Kedokteran Polisi (Karo Dokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy menjelaskan bahwa posko
DVI disiapkan untuk mengumpulkan data ante mortem dari keluarga korban sebagai bagian dari proses identifikasi.
"Kami telah menyiapkan posko untuk keluarga korban. Di sana akan dilakukan pengumpulan data ante mortem guna kepentingan identifikasi," ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Selasa.
Ia menambahkan, data ante mortem yang dikumpulkan meliputi informasi medis, ciri-ciri fisik, hingga barang pribadi milik korban. Data tersebut kemudian akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan post mortem terhadap jenazah yang telah dievakuasi.
Hingga saat ini, sebanyak 10 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, seluruh korban belum dapat diidentifikasi karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Seluruh kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan. Identitas korban akan dipastikan melalui proses rekonsiliasi data," jelasnya.
Selain itu, tim gabungan di lokasi kejadian perkara (TKP) masih melakukan penyisiran untuk memastikan jumlah korban secara akurat. Proses ini dinilai penting guna memperoleh data yang valid terkait dampak kecelakaan.