500 Warga Dapat Operasi Katarak Gratis, Kemenkes Perkuat Kerja Sama Internasional

Heri - Senin, 27 April 2026 16:15 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan mata.

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan mata.

Dilansir dari laman Kemkes, upaya ini dilakukan dengan menggandeng Noor Dubai Foundation dalam program operasi katarak gratis bagi warga yang sulit menjangkau fasilitas medis.

Melalui dukungan dana hibah sebesar 294.222 Dirham, sebanyak 500 warga di berbagai daerah telah menerima manfaat operasi katarak secara cuma-cuma.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mencegah hilangnya produktivitas akibat gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan yang telah dirintis sejak 2025 dan akan terus diperkuat ke depan.

"Melalui operasi ini, kita berharap para pasien dapat kembali melihat dunia dengan jelas. Ini adalah sebuah harapan sederhana tentang merasakan kembali kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat kita," ujar Dante saat meninjau pelaksanaan operasi di Vision Center Kapuas, Kamis.

Selain pelaksanaan operasi, pemerintah juga berencana memperluas jangkauan layanan melalui pemanfaatan teknologi konsultasi medis jarak jauh. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat di daerah terpencil untuk memperoleh akses pemeriksaan dari dokter spesialis secara cepat dan terintegrasi.

Berdasarkan data nasional, sekitar 48 persen dari 21 juta warga yang telah menjalani skrining kesehatan mengalami gangguan penglihatan, dengan 6 persen di antaranya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Hal ini menjadi dasar pentingnya penguatan layanan kesehatan mata di Indonesia.

Proses operasi dilakukan melalui tahapan pemeriksaan ketat. Petugas kesehatan bersama kader melakukan penyaringan awal terhadap warga yang memiliki keluhan penglihatan.

Selanjutnya, tim dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pengecekan gula darah dan pengukuran bola mata untuk menentukan lensa tanam yang sesuai bagi pasien.

Kabupaten Kapuas menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan program karena tantangan geografis serta keterbatasan akses terhadap layanan dokter spesialis.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 200 pasien di Kalimantan Tengah, serta masing-masing 150 pasien di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan penglihatan nasional sekaligus memastikan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Preeklamsia Berbasis Teknologi untuk Tekan AKI

Kesehatan

Topping Off Gedung Harapan Kita-Tokushukai, Perkuat Layanan Jantung Berkelas Dunia

Kesehatan

Kemenkes Terapkan Label “Nutri Level” pada Pangan Siap Saji, Fokus Tekan Konsumsi GGL Berlebih

Kesehatan

Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis

Kesehatan

Relawan TCK Kemenkes Sediakan Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengungsi di Huntara

Kesehatan

Antisipasi Gigitan Ular, Kemenkes Sediakan Antibisa bagi Masyarakat Baduy