Wamenkes Tinjau Cek Kesehatan Gratis untuk Keluarga Pasien TB di Pati

Heri - Jumat, 24 April 2026 12:39 WIB
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus meninjau pelaksanaan program cek kesehatan gratis bagi keluarga pasien tuberkulosis di Balai Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Selasa (21/4/2026).

Pati (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus meninjau pelaksanaan program cek kesehatan gratis bagi keluarga pasien tuberkulosis (TB) di Balai Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Selasa.

Dilansir dari laman Kemkes, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat deteksi dini dan pencegahan penularan TB di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan hingga foto rontgen. Langkah ini ditujukan untuk mengidentifikasi secara cepat potensi penularan, khususnya di lingkungan keluarga pasien yang memiliki risiko tinggi.

Wamenkes menegaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan dua isu utama dalam program kesehatan nasional, yakni penanganan stunting dan pemberantasan tuberkulosis.

Menurutnya, posisi Indonesia yang masih berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TB menjadi perhatian serius. "Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk kasus TB. Ini harus menjadi perhatian serius. Kita ingin kasus TB bisa segera ditekan," ujar Benjamin.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, Kabupaten Pati mencatat 2.658 kasus tuberkulosis. Tingginya angka tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan apabila tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah menargetkan pelaksanaan skrining di sedikitnya 120 titik di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan secara masif hingga ke tingkat desa melalui posyandu dan kantor pedukuhan.

"Kita kejar masyarakat yang belum sakit untuk diberikan terapi pencegahan, sementara yang sudah terdiagnosis langsung mendapatkan pengobatan," jelasnya.

Selain layanan kesehatan, pemerintah juga menyiapkan program renovasi rumah bagi pasien TB yang tinggal di hunian tidak layak.

Perbaikan lingkungan tempat tinggal, seperti peningkatan ventilasi, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit. Saat ini, sebanyak 34 rumah di Kabupaten Pati telah didaftarkan untuk menerima bantuan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan ulang seluruh pasien TB dalam waktu 10 hari ke depan.

Pendataan ini mencakup pasien lama serta potensi kasus baru pada tahun berjalan, termasuk skrining ulang bagi keluarga pasien.

"Kami akan data dalam 10 hari ke depan dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. Potensi penambahan kasus tetap ada," ujarnya.

Pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan tuberkulosis memerlukan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun partisipasi aktif masyarakat.

Upaya terpadu diharapkan mampu menekan angka kasus TB secara signifikan di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Wamenkes Apresiasi Konsistensi Program Makan Bergizi Gratis Kolaborasi Grab-Ovo

Kesehatan

Wamenkes Tekankan Peran Strategis Laboratorium Kesehatan dalam Transformasi Sistem Nasional

Kesehatan

Wamenkes Dorong Cek Kesehatan Gratis untuk Putus Rantai TB di Bandar Lampung

Kesehatan

Wamenkes Dante Tegaskan Posko Kesehatan Gambir Siap Dukung Kenyamanan Mudik

Kesehatan

Lepas Mudik Bersama Kemenkes, Wamenkes Dante: Mudik Itu Pulang dari Hati

Kesehatan

Deteksi Dini TBC Diperkuat hingga ke Rumah, Wamenkes Benny: Kontak Erat Harus Diperiksa