Pati (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Pati mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) dengan menggelar layanan cek kesehatan gratis di 120 titik layanan.
Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut temuan 2.658 kasus TBC pada tahun sebelumnya yang kini menjadi fokus penanganan terpadu.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang melakukan validasi ulang data pasien untuk memastikan seluruh kasus dapat tertangani secara cepat, tepat, dan terukur.
Baca Juga: Deteksi Dini TBC Diperkuat hingga ke Rumah, Wamenkes Benny: Kontak Erat Harus Diperiksa
"Ada 2.658 pasien di tahun lalu, dan di tahun ini kita akan lakukan cek ada tambahan pasien lagi. Jadi semua datanya akan kita finalisasi dalam 10 hari ke depan," ujarnya saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI di Balai Desa Kutoharjo, Selasa.
Ia menambahkan, pendataan juga akan mencakup keluarga pasien sebagai langkah pencegahan untuk memutus rantai penularan TBC di lingkungan rumah tangga.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus menyebutkan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari penguatan intervensi pemerintah pusat di daerah dengan beban kasus tinggi.
Hal ini juga menindaklanjuti peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia.
"Jadi mudah-mudahan sebelum akhir tahun, 120 titik lokasi di seluruh Kabupaten Pati, masyarakat yang tertular bisa dicek dan kalau sakit bisa diobati," katanya.
Baca Juga: Pemkot Bandung Gandeng Camat untuk Tekan 18.846 Kasus TBC
Dalam program tersebut, pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk rontgen bagi keluarga pasien guna mendeteksi penularan sejak dini.
Warga yang belum terinfeksi akan diberikan obat pencegahan, sedangkan pasien positif langsung mendapat pengobatan agar tidak menularkan lebih luas.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mulai melakukan pendataan kondisi lingkungan, termasuk rumah tidak layak huni yang berpotensi memperburuk penyebaran TBC, terutama yang memiliki ventilasi buruk.
Hingga saat ini, sedikitnya 34 rumah di Kabupaten Pati telah diusulkan untuk renovasi sebagai bagian dari upaya pencegahan berbasis lingkungan. (R)