Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat komitmen pembangunan keluarga melalui implementasi program prioritas nasional Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).
Dilansir dari laman Jatengprov, Sekretaris Daerah
Jawa Tengah Sumarno menyampaikan bahwa program tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas, sekaligus menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan.
Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bangga Kencana tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 di Grhadika Bakti Praja, Semarang, Selasa.
Baca Juga:
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBGMenurut Sumarno, kondisi saat ini menunjukkan adanya pergeseran pola komunikasi dalam keluarga, di mana banyak anak lebih memilih mencurahkan masalahnya kepada teknologi seperti artificial intelligence (AI) dibandingkan orang tua.
"Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Anak-anak sekarang lebih banyak curhat ke AI, bukan ke keluarga," ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali menguatkan hubungan dalam keluarga dengan meluangkan waktu berkumpul dan berkomunikasi secara langsung.
"Luangkan waktu bersama keluarga, letakkan gadget, dan bangun komunikasi yang hangat. Ini penting untuk menciptakan keluarga yang sehat," imbuhnya.
Baca Juga: Kahiyang Ayu Dorong Daerah Perkuat Kerajinan Lokal dalam Pembukaan Rakorda Dekranasda se-Sumut
Program Bangga Kencana sendiri mencakup lima program prioritas, yakni Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), serta pengembangan Super Apps berbasis digital.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan bahwa rakor ini bertujuan untuk mempercepat implementasi program-program tersebut di seluruh daerah. "Kelima program prioritas ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar pelaksanaannya optimal," jelasnya.
Implementasi program dilakukan melalui berbagai langkah konkret, seperti penguatan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), pengembangan sekolah ramah anak, pembinaan lansia melalui Bina Keluarga Lansia (BKL), hingga kampanye kesetaraan gender dan pengasuhan positif.
Selain itu, Pemprov Jateng juga mengembangkan inovasi seperti Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini) serta platform layanan keluarga berbasis digital melalui Super Apps.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng turut memberikan penghargaan kepada daerah berprestasi dalam program kependudukan dan keluarga, yakni Kota Surakarta dan Kabupaten Temanggung, serta penghargaan peserta terbaik program Tamasya kepada Kabupaten Klaten. (R)