Jakarta (buseronline.com) - RSUP Fatmawati kembali mencatatkan capaian penting dengan melaksanakan transplantasi hati ketiga pada 9 April 2026.
Dilansir dari laman Kemkes, prosedur ini dilakukan pada pasien yang menderita sirosis hati akibat hepatitis B, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian layanan transplantasi organ di Indonesia.
Transplantasi dilakukan menggunakan metode living donor liver transplantation, dengan donor berasal dari anak kandung pasien.
Baca Juga: RS Fatmawati Berhasil Lakukan Transplantasi Hati, Buka Harapan Baru bagi Pasien
Pendekatan ini menjadi solusi atas keterbatasan donor organ, sekaligus menegaskan peran penting keluarga dalam proses penyembuhan.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa pengembangan layanan transplantasi dalam negeri merupakan prioritas pemerintah.
"Transplantasi hati adalah terapi definitif bagi pasien dengan penyakit hati kronik. Dengan penguatan layanan di dalam negeri, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri," ujarnya dalam konferensi pers di RSUP Fatmawati, Jumat.
Ia juga menegaskan bahwa biaya transplantasi yang mencapai sekitar Rp600 juta sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan akses layanan kesehatan yang merata.