Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045

Administrator - Rabu, 08 April 2026 17:18 WIB
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumut di Hotel Emerald Garden, Selasa (7/4/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mendorong implementasi pembangunan keluarga dan program keluarga berencana (KB) melalui berbagai program strategis guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumut di Hotel Emerald Garden, Selasa.

Sulaiman mengatakan, pembangunan keluarga menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing nasional serta meningkatkan produktivitas, terutama dalam menghadapi bonus demografi.

"Pembangunan keluarga merupakan fondasi pelaksanaan program prioritas nasional, karena keluarga menjadi titik awal pembentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus indikator keberhasilan pembangunan," ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah program kolaboratif, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta program Lansia Berdaya (SIDAYA).

Selain itu, Pemprov Sumut juga mendorong penguatan Satu Data Keluarga Indonesia sebagai dasar perencanaan kebijakan, serta menekankan pentingnya keseimbangan demografi melalui peta jalan pembangunan kependudukan (PJPK).

Menurut Sulaiman, penguatan layanan kesehatan reproduksi, pelaksanaan program KB secara komprehensif, pengarusutamaan gender, dan inklusi sosial menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan penduduk yang seimbang.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melalui integrasi perencanaan dan penganggaran daerah, penguatan kelembagaan KB, serta optimalisasi peran desa.

"Dukungan infrastruktur dan rantai pasok juga penting dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar," katanya.

Sementara itu, program dari BKKBN berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 melalui percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.

Upaya tersebut didukung lima inisiatif strategis (Quick Wins), yakni GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, serta Super Apps Keluarga Indonesia berbasis kecerdasan buatan untuk pelayanan keluarga. (P3)

Editor
: EM Bukit MKes

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RSUD Rembang Mulai 1 Juni 2026 Layani Cath Lab Ditanggung BPJS Kesehatan

Kesehatan

Pemko Bogor Fasilitasi 544 Warga Ikuti Pendidikan Gratis Lewat PKBM

Kesehatan

Wakil Kepala BGN Tinjau Pelaksanaan Program MBG di SMAN 28 Jakarta

Kesehatan

Pemprov Sumut Siapkan Rumah Sakit Bertaraf Internasional untuk Pasien BPJS di Medan

Kesehatan

RSUD Margono Soekarjo Ditarget Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya

Kesehatan

RS Kardiologi Emirates Indonesia Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan