Pemkab Rembang Perkuat Budaya Donor Darah, Stok Diharapkan Lebih Stabil

Administrator - Selasa, 07 April 2026 23:09 WIB
Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, dalam rapat koordinasi PMI di aula setempat, Senin (6/4/2026).

Rembang (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong penguatan budaya donor darah di tengah masyarakat guna menjaga ketersediaan stok darah tetap aman dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro', dalam rapat koordinasi PMI di aula setempat, Senin. Ia menegaskan, kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah perlu terus ditingkatkan agar tidak terjadi kekurangan stok pada waktu-waktu tertentu.

Menurutnya, pada momentum Ramadan dan Lebaran lalu sempat muncul kekhawatiran akibat menipisnya stok darah, khususnya golongan darah B. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

"Ketersediaan darah ini masih perlu dipompa lagi. Jangan sampai ketika stok menipis baru panik. Donor darah harus menjadi budaya agar stok tetap terjaga," ujarnya.

Ia menambahkan, upaya peningkatan stok darah tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan insidental, melainkan harus dibangun sebagai kebiasaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan darah dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa harus menunggu kondisi darurat.

Wabup juga mengapresiasi kinerja PMI Kabupaten Rembang yang berhasil meningkatkan jumlah relawan secara signifikan hingga mencapai 17 ribu orang. Capaian tersebut dinilai sebagai rekor dalam sejarah kepengurusan PMI di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Rembang, Samsul Anwar, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Rembang untuk berdonor darah sebenarnya cukup tinggi. Namun, stok darah yang tersedia kerap digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan daerah lain seperti Blora, Pati, dan Tuban.

"Stok darah kita sebenarnya cukup, tetapi sering digunakan untuk membantu daerah sekitar, sehingga permintaan menjadi tinggi," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kualitas darah di PMI Rembang dinilai baik karena didukung dengan peralatan khusus. Meski demikian, kegiatan donor darah rutin yang sudah berjalan di sejumlah kecamatan masih perlu diperluas agar lebih masif.

Terkait jumlah relawan, Samsul menjelaskan bahwa sejak awal menjabat pada 2022 dengan hanya 21 relawan, kini jumlahnya meningkat pesat menjadi 17 ribu relawan yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga santri.

Relawan PMI tersebut berperan penting dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, donor darah, hingga edukasi kesehatan dan dukungan psikososial bagi masyarakat. (R)

Editor
: EM Bukit MKes

Tag:

Berita Terkait