Jakarta (buseronline.com) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, meminta seluruh jajaran PMI di wilayah DKI Jakarta untuk mendukung gerakan “Jaga Bersih Jakarta” melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan gotong royong dan kerja bakti di masyarakat.Arahan tersebut disampaikan saat pertemuan koordinasi antara PMI Pusat dengan PMI se-DKI Jakarta, dari tingkat provinsi hingga kota, di Markas Pusat PMI, Rabu (11/2/2026).Gerakan ini menjadi salah satu upaya pencegahan banjir sekaligus membangun budaya hidup bersih di tingkat lingkungan. Sebelumnya, PMI se-DKI Jakarta telah mengerahkan relawan dalam kegiatan Jaga Bersih Jakarta yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Minggu (8/2/2026).Menurut Jusuf Kalla, banjir perkotaan selalu berdampak paling besar pada masyarakat kecil, sehingga pencegahan harus menjadi prioritas. “Setiap banjir, yang paling rugi adalah rakyat kecil. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik kita cegah banjir daripada setiap tahun harus mendirikan dapur umum, tenda, dan pengungsian,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa penyebab banjir di kota adalah ketidakseimbangan antara volume air yang masuk dengan kemampuan saluran untuk mengalirkannya.Karena itu, dilansir dari laman PMI, perbaikan saluran air, selokan, dan drainase menjadi kunci, sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih di masyarakat.“Selokan harus dibersihkan, diperbaiki, dan dijaga. Budaya bersih harus dibangun bersama. Jika tiap rumah ikut membersihkan selokan, mereka tidak akan membuang sampah sembarangan,” tambah Jusuf Kalla.Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, H Beky Mardani, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan kesiapan PMI di seluruh wilayah dalam mendukung program Jaga Bersih Jakarta. Rencana operasi PMI juga disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.“Kami akan menyesuaikan rencana operasi dengan persoalan khas setiap wilayah, seperti rob di Jakarta Utara dan genangan lama di Jakarta Barat. PMI siap berkontribusi melalui edukasi masyarakat dan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” kata Beky Mardani.Sementara itu, Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana PMI, Asmawi, menilai gerakan Jaga Bersih Jakarta berpotensi menjadi kolaborasi besar lintas sektor.“Pengalaman di Jakarta Selatan menunjukkan banyak pihak terlibat, mulai dari aparat, TNI, Pramuka, hingga organisasi sosial. Ini memperkuat kerja sama dan memperluas partisipasi masyarakat,” ujar Asmawi.Ia juga mendorong keterlibatan komunitas kampus dan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) agar gerakan ini menjangkau lebih banyak warga.Dengan dukungan PMI dan partisipasi aktif masyarakat, gerakan Jaga Bersih Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan kolektif yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi risiko banjir di ibu kota. (R)