Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

CKG Dorong Pekerja Lebih Produktif dengan Deteksi Dini Penyakit Kronis

EM Bukit MKes - Minggu, 15 Februari 2026 11:06 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra pengemudi di Grab Excellence Center, Jakarta, Selasa (11/2/2026). (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto terus digencarkan untuk mendukung produktivitas masyarakat, khususnya kalangan pekerja melalui deteksi dini penyakit kronis.

Pada Selasa, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meninjau pelaksanaan CKG di Grab Excellence Center. Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga kesehatan pekerja agar tetap optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam keterangannya, dilansir dari laman Kemenkes, Viva Yoga menyoroti bahwa CKG dirancang untuk mencegah penurunan kinerja akibat gangguan kesehatan, sekaligus menekan potensi absensi dan biaya pengobatan jangka panjang.

“CKG adalah tanggung jawab negara untuk menyehatkan seluruh masyarakat, dari bayi hingga lansia, termasuk pekerja seperti mitra Grab yang dituntut selalu sehat untuk tetap produktif,” ujarnya.

Sepanjang 2025, program CKG telah menjangkau sekitar 70 juta peserta di seluruh Indonesia. Pada 2026, pemerintah menargetkan peningkatan cakupan hingga 130 juta jiwa sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan berbasis promotif dan preventif.

Saat ini, pelaksanaan CKG diperluas ke berbagai lokasi strategis seperti kantor, sekolah, dan pusat pelatihan agar masyarakat—termasuk pekerja dengan mobilitas tinggi—lebih mudah mengakses layanan skrining kesehatan. Di Grab Excellence Center, ratusan mitra pengemudi mengikuti pemeriksaan, termasuk skrining gangguan pernapasan dan kanker serviks.

Pemeriksaan tersebut disesuaikan dengan risiko aktivitas harian pengemudi ojek online yang sebagian besar bekerja di jalan raya. Upaya ini diharapkan mampu mendeteksi lebih awal penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang kerap menjadi penyebab turunnya produktivitas kerja.

Viva Yoga menambahkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit, peserta akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat dan dipantau perkembangannya. Mekanisme ini bertujuan mendorong kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi produktivitas individu dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan sektor swasta, termasuk Grab Indonesia, dinilai memperkuat implementasi program. Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy, mengapresiasi inisiatif tersebut karena membantu mitra pengemudi menjaga kondisi kesehatan di tengah aktivitas harian.

“Kami telah menyosialisasikan CKG kepada ribuan mitra dan berencana mengadakan pemeriksaan rutin di lokasi kerja, sehingga pekerja dapat kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap kondisi kesehatannya,” kata Tirza.

Melalui CKG, pemerintah berharap masyarakat semakin menyadari bahwa kesehatan merupakan fondasi utama produktivitas. Dengan target ambisius pada 2026, program ini diharapkan tidak hanya menekan beban penyakit kronis, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Kegiatan peninjauan itu menegaskan keseriusan pemerintah mendampingi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, kuat dan bugar. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

KPK, ATR/BPN, dan Pemprov DKI Sertifikasi 499 Aset Senilai Rp22,2 Triliun

Kesehatan

Bumdes dan Koperasi Desa Didorong Jadi Penopang Rantai Pasok Program MBG

Kesehatan

Ketahanan Kesehatan Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle-Income Trap

Kesehatan

Tunjuk Dua Kapolda Baru dan Bentuk Polresta di IKN

Kesehatan

MABBIM Perkuat Diplomasi Bahasa Serumpun di Era Digital

Kesehatan

Pemerintah Tempatkan Dana Rp400 Triliun di Himbara, Menkeu Yakin Kredit Tumbuh hingga 15 Persen