Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Pasca El Nino, Kematian DBD di Indonesia Mencapai Rekor Terendah

EM Bukit MKes - Rabu, 11 Februari 2026 11:12 WIB
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Asnawi Abdullah menyampaikan paparan saat membuka Forum Regional Dengue di Hotel JW Marriott Jakarta, Senin (9/2/2026). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia mencatatkan capaian positif dalam pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan membukukan angka kematian terendah sepanjang beberapa tahun terakhir.Di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus dengue di berbagai negara, tingkat fatalitas pasien di Tanah Air justru menurun signifikan.Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, saat membuka Forum Regional Dengue yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue di Hotel JW Marriott Jakarta, Senin.Dalam paparannya, dilansir dari laman Kemenkes, Asnawi menegaskan bahwa Indonesia menunjukkan ketangguhan dalam manajemen klinis penyakit dengue. Meski penyebaran kasus masih terjadi di berbagai daerah, kualitas layanan medis serta keterlibatan aktif masyarakat mampu menekan risiko kematian pasien.Data menunjukkan Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian akibat DBD terus menurun secara konsisten. Pada 2021, CFR tercatat 0,9 persen, kemudian turun hingga mencapai rekor terendah 0,4 persen pada 2025.“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya,” ujar Asnawi.Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penguatan sistem kesehatan, adopsi teknologi medis terbaru, serta intervensi berbasis komunitas. Indonesia sempat menghadapi lonjakan kasus cukup tajam pada 2024 akibat dampak fenomena El Nino, namun mampu melakukan pemulihan cepat melalui strategi penanganan yang lebih proaktif dan adaptif.Asnawi menambahkan, kerja keras tenaga kesehatan dan relawan di lapangan menjadi faktor penting dalam menekan angka fatalitas. Program pemberantasan sarang nyamuk melalui kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dinilai efektif karena dilakukan langsung dari rumah ke rumah.“Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya,” jelasnya.Dengan capaian tersebut, Indonesia kini telah melampaui target nasional angka fatalitas dengue yang ditetapkan di bawah 0,5 persen. Pemerintah pun optimistis dapat mencapai target jangka panjang pengendalian dengue.“Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh di bawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita, yaitu nol kematian dengue pada tahun 2030,” tegas Asnawi.Forum Regional Dengue yang berlangsung pada 9–10 Februari 2026 ini diikuti berbagai pemangku kepentingan kesehatan dari dalam dan luar negeri. Pemerintah berharap pengalaman Indonesia dalam penguatan manajemen klinis dan kolaborasi komunitas dapat menjadi pembelajaran bersama bagi negara-negara ASEAN dalam menekan dampak penyakit dengue.Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Indonesia optimistis pengendalian DBD akan semakin efektif sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan publik secara berkelanjutan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT

Kesehatan

Bupati Toba Dorong Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kesehatan

Bupati Taput Dukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kesehatan

Pemkab Taput Perkuat Komitmen Lindungi Orangutan Tapanuli dan Hutan Tapanuli

Kesehatan

Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026

Kesehatan

Polri Perkuat Sistem Pengaduan Kontinjensi Berbasis Digital untuk Percepat Respons Keamanan