Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) guna melindungi masyarakat dari paparan asap rokok.Berdasarkan data evaluasi tahun 2024, tingkat kepatuhan KTR di Kota Bandung tercatat mencapai rata-rata 87,03 persen dari total 725 lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok.Data tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Bandung dalam menentukan area prioritas pengawasan sekaligus memperkuat edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat.Penerapan KTR bertujuan mencegah paparan asap rokok pasif yang berisiko memicu berbagai penyakit kronis, seperti kanker paru-paru, gangguan jantung, stroke, hingga infeksi saluran pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil menjadi perhatian utama dalam kebijakan ini.Sebaran kawasan tanpa rokok di Kota Bandung meliputi 154 fasilitas pelayanan kesehatan, 366 tempat proses belajar mengajar, 136 tempat ibadah, 31 tempat kerja, 16 tempat umum, 8 transportasi umum, 9 tempat bermain anak, serta 5 lokasi kategori lainnya.Dari hasil pemantauan, dilansir dari laman Diskominfo Bandung, tingkat kepatuhan tertinggi tercatat pada sektor transportasi umum yang mencapai 100 persen. Fasilitas pelayanan kesehatan juga menunjukkan angka kepatuhan tinggi sebesar 95 persen, menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat dan pengelola fasilitas terhadap pentingnya lingkungan bebas asap rokok.Sementara itu, kategori tempat bermain anak mencatat kepatuhan 89 persen, tempat ibadah dan tempat kerja masing-masing 84 persen, serta tempat proses belajar mengajar sebesar 85 persen. Adapun tempat umum berada di angka 88 persen, sedangkan kategori lainnya masih 60 persen sehingga memerlukan pengawasan dan pembinaan lebih lanjut.Pemkot Bandung menilai kebijakan KTR berperan penting dalam menjaga kualitas udara perkotaan serta menciptakan ruang publik yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.Masyarakat pun diimbau untuk tidak merokok di area publik, memilih fasilitas bebas asap rokok, serta aktif melaporkan pelanggaran KTR apabila menemukan praktik yang merugikan kesehatan bersama. Partisipasi warga melalui saling mengingatkan dinilai menjadi kunci keberhasilan mewujudkan budaya hidup bersih dan udara sehat di Kota Bandung.Dengan upaya berkelanjutan ini, Pemkot Bandung berharap tingkat kepatuhan KTR dapat terus meningkat demi terciptanya lingkungan kota yang lebih sehat dan ramah bagi semua kalangan. (R)