Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Wagub Jateng Minta Penanganan TBC Rampung pada 2030 saat Pelantikan Pengurus PPTI

EM Bukit MKes - Sabtu, 24 Januari 2026 11:06 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melantik jajaran Pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jawa Tengah periode 2025–2030 di Aula Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Semarang, Kamis (22/1/2026). (Dok/Diskomdigi Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa penanganan dan pemberantasan penyakit tuberkulosis (TBC) di Jawa Tengah harus dituntaskan pada tahun 2030. Komitmen tersebut sejalan dengan target nasional eliminasi TBC yang dicanangkan pemerintah pusat.Penegasan itu disampaikan Taj Yasin saat melantik jajaran Pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jawa Tengah periode 2025–2030 di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kamis. Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan PPTI Jawa Tengah.“Ini adalah amanat dari Presiden, bahwa di tahun 2030 TBC harus tuntas,” tegas Taj Yasin dalam sambutannya.Ia menyampaikan bahwa penanganan TBC merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, berkomitmen penuh mewujudkan target Jateng Zero TBC 2030 melalui penguatan layanan kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta peran aktif masyarakat.Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, estimasi kasus TBC di Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai 107.488 kasus. Hingga akhir tahun, telah ditemukan 90.381 kasus, atau sekitar 84,08 persen dari target temuan sebesar 90 persen.Sementara itu, dilansir dari laman Diskomdigi Jateng, Treatment Success Rate (TSR) atau tingkat keberhasilan pengobatan pasien TBC sensitif obat (SO) tercatat sebesar 85,40 persen, sedangkan pada pasien TBC resisten obat (RO) mencapai 64,62 persen.Taj Yasin menekankan bahwa keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya bertumpu pada aspek pengobatan, tetapi juga edukasi dan pencegahan yang masif serta berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, hingga dunia usaha.“Maka dengan PPTI dilantik, saya berharap nanti kolaborasi dan kerja sama bisa terwujud. Syukur-syukur di tahun 2026 sudah bisa kita capai target yang ditetapkan,” ujar Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Tengah.Menurutnya, keberhasilan penanganan TBC akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.Sementara itu, Ketua PPTI Jawa Tengah dr Hartanto menyampaikan bahwa setelah pelantikan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi bersama PPTI di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Konsolidasi tersebut bertujuan untuk melakukan pemetaan masalah serta menyusun rencana strategis penanganan TBC sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.“Setiap daerah memiliki tantangan dan pendekatan yang berbeda dalam menangani TBC. Karena itu, pemetaan dan perencanaan yang tepat sangat penting,” jelas Hartanto.Ia menegaskan komitmen PPTI Jawa Tengah untuk membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengejar target eliminasi TBC pada tahun 2030. Upaya yang akan dilakukan meliputi edukasi masyarakat, pencegahan penularan, penemuan kasus, hingga pendampingan pasien selama menjalani pengobatan.Selain itu, PPTI juga akan memperkuat kemitraan dengan berbagai unsur, seperti sekolah, pondok pesantren, dan dunia industri, agar seluruh lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang TBC.“PPTI siap membantu pemerintah untuk mencari kasus, membantu skrining, mengantar ke fasilitas kesehatan, kemudian mendampingi sampai dengan pengobatan secara tuntas,” ujarnya.Hartanto juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan TBC. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, dan tubuh terasa lemas untuk segera melakukan skrining di fasilitas kesehatan.“Ini untuk memastikan TBC atau tidak. Kalau TBC, segera diobati. Dan jika sedang batuk, gunakan masker sebagai upaya pencegahan,” pungkasnya. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Kesehatan

Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan

Kesehatan

Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga

Kesehatan

Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar

Kesehatan

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara

Kesehatan

Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur