Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kasus Influenza A (H3N2) Subclade K di Indonesia Tunjukkan Penurunan

EM Bukit MKes - Jumat, 23 Januari 2026 11:14 WIB
Sampel laboratorium virus Influenza A (H3N2) subclade K yang digunakan dalam pemantauan dan analisis Kementerian Kesehatan RI. (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan situasi penyebaran influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Meski subclade tersebut terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza secara nasional justru menunjukkan penurunan memasuki awal tahun 2026.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr Prima Yosephine, menegaskan bahwa virus influenza A(H3N2) bukan merupakan virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang rutin beredar setiap tahun.

“H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Pada pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada minggu ke-36. Namun berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar dr Prima.

Berdasarkan data Kemenkes, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 tercatat sebanyak 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Temuan kasus terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan mulai menunjukkan tren penurunan sejak minggu ke-44. Bahkan, tidak terdapat penambahan kasus A(H3N2) subclade K sejak minggu ke-52 tahun 2025.

Secara klinis, dilansir dari laman Kemenkes, dr Prima menjelaskan sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara itu, kasus dengan gejala berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lanjut usia (lansia) dan individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Ia menambahkan, laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar pasien tersebut.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” jelasnya.

Untuk memastikan situasi tetap terkendali, Kemenkes terus melakukan surveilans influenza secara berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, serta pintu masuk negara. Upaya tersebut mencakup pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus guna memantau kemungkinan adanya perubahan signifikan pada karakter virus.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat. Selain itu, vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, dianjurkan sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Dengan langkah antisipasi dan pengendalian yang terus dilakukan, Kemenkes optimistis penyebaran influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia dapat terus dikendalikan dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli

Kesehatan

Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi

Kesehatan

Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026

Kesehatan

Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo

Kesehatan

Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global