Aceh Tamiang (buseronline.com) - Pascabencana yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan farmasi di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang masih menghadapi sejumlah kendala.
Hingga kini, pendistribusian obat-obatan di rumah sakit tersebut terpaksa dilakukan secara manual karena sistem aplikasi farmasi belum dapat dioperasikan akibat gangguan pada server.
Dilansir dari laman Kemenkes, Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Puput Mayasari, menjelaskan bahwa sebelum bencana terjadi, pendistribusian obat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni menggunakan aplikasi farmasi berbasis sistem stok serta distribusi langsung oleh petugas farmasi.
“Sebelum bencana, pendistribusian obat kami lakukan dengan dua cara, yaitu melalui aplikasi yang langsung terhubung ke sistem stok, serta distribusi langsung oleh petugas. Dengan begitu, data keluar-masuk obat tercatat secara sistem dan fisik,” jelas Puput.
Namun, pascabencana, kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses menyebabkan sistem aplikasi farmasi belum dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Gangguan server menjadi salah satu kendala utama yang menghambat pemulihan sistem distribusi obat berbasis digital.
“Saat ini, karena kondisi pascabencana dan aplikasi yang belum bisa digunakan akibat kendala server, pendistribusian obat kami lakukan secara manual. Langkah ini terpaksa diambil agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan meskipun dalam kondisi terbatas,” ujarnya.
Puput menegaskan, meski dilakukan secara manual, pencatatan distribusi obat tetap dilaksanakan secara cermat dan terkontrol untuk menjaga akurasi stok. Hal ini dinilai penting guna memastikan ketersediaan obat, khususnya bagi pasien rawat inap yang saat ini telah kembali dilayani secara bertahap.
Ia menambahkan, pelayanan farmasi untuk unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah, menyesuaikan dengan kondisi fasilitas pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus melakukan upaya pemulihan sistem, termasuk koordinasi dengan pihak terkait, agar aplikasi farmasi dapat segera difungsikan kembali.
Dengan demikian, pelayanan distribusi obat diharapkan dapat kembali berjalan optimal dan mendukung pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.
Pihak rumah sakit memastikan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan akibat dampak bencana. (R)