Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Pascabencana, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Operasikan Kembali Layanan Hemodialisis

EM Bukit MKes - Selasa, 20 Januari 2026 11:20 WIB
Seorang pasien menjalani terapi hemodialisis menggunakan mesin cuci darah di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang. (Dok/Humas Polri)

Aceh Tamiang (buseronline.com) - Pelayanan hemodialisis (HD) di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak 26 November 2025.

Kembalinya layanan ini menjadi angin segar sekaligus harapan besar bagi pasien gagal ginjal yang sangat bergantung pada terapi cuci darah secara rutin.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Hemodialisis RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr Puji Rahayu, menjelaskan bahwa banjir merendam seluruh ruang hemodialisis sehingga menyebabkan kerusakan pada mesin dan peralatan medis.

Kondisi tersebut memaksa pihak rumah sakit menghentikan pelayanan HD untuk sementara waktu demi keselamatan pasien.

“Pada saat banjir pertama, kami masih sempat melayani pasien hingga satu sif. Namun air terus naik dan akhirnya masuk ke seluruh ruangan, sehingga mesin dan peralatan tidak sempat diselamatkan,” ujar dr Puji Rahayu, Jumat (16/1/2026).

Ia menuturkan, pascasurutnya banjir, pihak rumah sakit langsung melakukan pembersihan lumpur, sterilisasi ruangan, serta pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin dan peralatan medis. Proses pemulihan layanan dilakukan secara bertahap, termasuk uji coba mesin dan pengecekan sistem pendukung.

Pelayanan hemodialisis akhirnya kembali dibuka pada 23 Desember 2025, seiring dengan tersedianya sistem air bersih dan berfungsinya kembali instalasi Reverse Osmosis (RO), yang menjadi komponen vital dalam pelayanan cuci darah.

“Hemodialisis sangat bergantung pada ketersediaan air bersih. Mesin sebenarnya sudah ada, tetapi kendala utama saat itu adalah sistem air bersih dan pembuangan limbah yang belum berfungsi optimal,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak lima mesin hemodialisis telah beroperasi dan melayani pasien secara rutin, sementara sejumlah mesin lainnya masih dalam proses perbaikan. Selama masa penghentian layanan, sebagian pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain di Aceh Timur hingga ke Kota Medan.

Kondisi tersebut, menurut dr Puji, memberikan dampak besar terhadap pasien dan keluarga, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun ekonomi.

“Ada pasien yang tidak sempat menjalani cuci darah hingga beberapa kali dan mengalami kondisi kritis. Bahkan ada yang meninggal dunia. Namun kami tidak bisa memastikan apakah hal itu murni akibat keterlambatan dialisis atau disebabkan komplikasi penyakit lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Aisyah, anak dari salah satu pasien gagal ginjal, mengaku sangat bersyukur atas kembali beroperasinya layanan hemodialisis di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut sangat meringankan beban keluarga pasien.

“Sekarang kami tidak perlu lagi pergi jauh ke rumah sakit lain. RSUD ini paling dekat dari rumah, sehingga biaya, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan juga jauh lebih ringan,” tuturnya.

Dilansir dari laman Humas Polri, pihak RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang menegaskan akan terus berupaya memulihkan seluruh layanan hemodialisis secara optimal, termasuk mempercepat perbaikan mesin yang rusak serta memastikan ketersediaan air bersih dan sistem pendukung lainnya tetap terjaga.

Dengan kembalinya layanan ini, rumah sakit berharap kebutuhan terapi pasien gagal ginjal dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Mentan Dorong Konsumsi Telur dan Ayam dalam Program MBG Tiga Kali Sepekan

Kesehatan

WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao

Kesehatan

Wakapolri Tinjau Daycare SSDM Polri, Perkuat Dukungan bagi Keluarga Personel

Kesehatan

Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan

Kesehatan

Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat

Kesehatan

Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi