Aceh Tamiang (buseronline.com) - Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI melalui Sub Klaster Kesehatan Lingkungan melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan di kawasan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, Kamis.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pengendalian vektor, khususnya nyamuk Aedes aegypti, untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD). Intervensi dilakukan sebelum huntara dihuni, guna memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga.
Dilansir dari laman Kemenkes, Trisno Subarkah, Relawan TCK Batch II dari Sub Klaster Kesehatan Lingkungan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari mitigasi risiko kesehatan pascabencana.
“Kami melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pengendalian vektor. Kegiatan ini dilakukan sebelum hunian sementara ditempati agar warga dapat tinggal dengan aman dan nyaman tanpa gangguan nyamuk, khususnya Aedes aegypti,” ujarnya.
Sebanyak 12 tenaga sanitasi lingkungan profesional terlibat dalam kegiatan ini. Selain pengendalian vektor menggunakan metode pengembunan (fogging) dengan insektisida sesuai standar, tim juga melakukan pengawasan kualitas air, kondisi jamban, pengelolaan sampah permukiman, dapur umum, serta pengelolaan limbah medis dan limbah B3 di fasilitas kesehatan terdampak.
Trisno menegaskan pentingnya upaya kesehatan lingkungan dalam pelayanan pascabencana untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB).
“Harapannya, hunian sementara ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga selama masa pemulihan,” tutupnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kementerian Kesehatan melalui relawan TCK untuk memastikan warga terdampak bencana dapat tinggal di lingkungan yang bersih, aman, dan bebas risiko penyakit berbasis lingkungan. (R)