Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bogor resmi menjalin kolaborasi antara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai upaya mempercepat penanganan stunting di wilayah setempat.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh 24 KKMP se-Kota Bogor dengan TPPS tingkat kecamatan, yang diketuai masing-masing camat, di Balai Kota Bogor, Senin.
Dilansir dari laman Diskominfo Bogor, Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua TPPS Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas pihak. KKMP akan menjadi penyedia kebutuhan yang berasal dari iuran sukarela para ASN setiap bulannya.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi. KKMP nantinya akan menjadi penyedia dari hasil iuran sukarela para ASN setiap bulannya,” ujar Jenal Mutaqin.
Meskipun belum seluruh KKMP terlibat, Jenal berharap kerja sama ini menjadi pemicu bagi koperasi lainnya untuk ikut berpartisipasi. Selain itu, program ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian Kota Bogor secara lebih optimal.
“Kita bisa membangkitkan ekonomi Kota Bogor melalui berbagai peluang yang ada, termasuk program penanganan stunting. KKMP saya ingin betul-betul bangkit dan berperan menjadi sistem perekonomian berbasis asas kekeluargaan dan masyarakat,” jelas Jenal.
Secara mekanisme, TPPS tingkat kecamatan akan memetakan kebutuhan terkait penanganan stunting di wilayah masing-masing. Hasil pemetaan kemudian dibelanjakan melalui KKMP setempat, sehingga bantuan tepat sasaran dan mendukung ekonomi lokal.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini target zero stunting dapat terwujud. Dan KKMP benar-benar hadir menjadi roda perputaran ekonomi yang maksimal di tengah masyarakat,” tambah Jenal.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menambahkan bahwa Pemkot Bogor juga meluncurkan program Bogor Penting atau Pencegahan Stunting.
KKMP dapat memonitor progres anak stunting melalui aplikasi Bogor Bestie, yang berfungsi sebagai jendela pemantauan penggunaan bantuan dan perkembangan kesehatan anak.
“Stunting ini bukan hanya bicara soal tinggi dan rendah badan anak, tetapi juga menyangkut tinggi rendahnya kualitas Kota Bogor ke depan,” pungkas Marse.
Kolaborasi TPPS dan KKMP ini diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah dan koperasi untuk menekan angka stunting, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal di Kota Bogor. (R)