Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Layanan Kesehatan Pascabencana Sumatera Dipulihkan Lewat Gotong Royong dan Dukungan PMI

EM Bukit MKes - Senin, 05 Januari 2026 09:18 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau perlengkapan bantuan kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) saat kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kecepatan respons dan semangat gotong royong dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Penegasan tersebut disampaikan Menkes saat memberikan keterangan pers (doorstop) pada kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) terkait pengiriman bantuan kemanusiaan ke Sumatera, Jumat.

Menurut Menkes, dilansir dari Kemenkes, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara khusus menekankan agar penanganan bencana dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh elemen bangsa sebagai bentuk solidaritas nasional.

“Presiden Prabowo menekankan bahwa kita harus membantu dengan cepat, lalu bergotong royong bersama karena ini adalah masalah kita bersama. Indonesia kuat karena modal sosialnya,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera memberikan dampak signifikan terhadap sektor kesehatan. Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 87 rumah sakit terdampak, dengan sembilan rumah sakit di antaranya sempat tidak dapat beroperasi akibat kerusakan fasilitas dan terputusnya akses.

Namun demikian, berkat kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta dukungan berbagai pihak, seluruh rumah sakit tersebut kini telah kembali berfungsi.

“Dalam waktu dua minggu, dengan bantuan semua pihak, seluruh rumah sakit yang terdampak sudah bisa beroperasi kembali,” kata Menkes.

Selain rumah sakit, dampak bencana juga dirasakan oleh fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama. Sebanyak 867 puskesmas dilaporkan terdampak, dengan sekitar 180 puskesmas sempat tidak beroperasi.

Hingga saat ini, masih terdapat empat puskesmas di wilayah Aceh yang dalam proses pemulihan akibat kerusakan berat serta kondisi lumpur yang masih tinggi.

Menkes juga menyoroti kondisi pengungsian yang masih menampung sekitar 300 ribu jiwa di lebih dari 1.000 titik pengungsian. Tantangan terbesar, menurutnya, berada di wilayah-wilayah terpencil dengan akses yang sangat terbatas, termasuk 76 desa yang sulit dijangkau.

“Ada daerah yang hanya bisa ditempuh dengan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh sampai enam jam. Ini yang terus menjadi perhatian kami,” ungkapnya.

Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah keterbatasan tersebut, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dan melakukan rotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 500 tenaga berasal langsung dari Kemenkes, dengan dukungan dari sektor swasta, organisasi profesi kesehatan, serta TNI.

“Setiap dua minggu kami lakukan rotasi relawan agar pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan pengungsian, tetap berjalan dengan baik,” jelas Menkes.

Dalam kesempatan yang sama, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia atas kontribusi dan peran aktifnya dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, PMI, dan berbagai mitra kemanusiaan menjadi kunci utama percepatan pemulihan layanan kesehatan pascabencana.

Ke depan, Menkes menyampaikan bahwa pemulihan empat puskesmas yang masih terdampak berat membutuhkan dukungan tambahan, khususnya alat berat berukuran kecil yang mampu menjangkau area fasilitas kesehatan yang tertimbun lumpur.

“Kalau bisa ada alat berat kecil dan operatornya, kami harap dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” pungkasnya.

Upaya pemulihan ini diharapkan dapat memastikan seluruh masyarakat terdampak bencana kembali memperoleh akses layanan kesehatan yang aman, layak, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketangguhan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi bencana di masa mendatang. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli

Kesehatan

Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi

Kesehatan

Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026

Kesehatan

Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo

Kesehatan

Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global