Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Banjir Bandang Maninjau Sisakan Duka dan Masalah Kesehatan bagi Warga

EM Bukit MKes - Jumat, 26 Desember 2025 03:09 WIB
Petugas kesehatan melayani pemeriksaan warga terdampak banjir bandang di Pos Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Nagari Sungai Batang.
Agam (buseronline.com) - Bencana banjir bandang yang melanda kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, datang tanpa aba-aba dan mengubah kehidupan banyak warga dalam sekejap.Dilansir dari laman Kemenkes, rumah hancur, mata pencaharian hilang, dan berbagai gangguan kesehatan kini menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi para penyintas di pengungsian.Virginia (25), warga Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, mengaku hanya sempat menyelamatkan dokumen penting saat banjir bandang menerjang kawasan tempat tinggalnya.Dentuman keras terdengar dari kejauhan sebelum air meluap dan menyapu rumah beserta peralatan usaha yang menjadi sumber penghidupannya. “Kami cuma sempat bawa dokumen. Air sudah melebar ke mana-mana,” tuturnya.Keesokan harinya, rumah Virginia tinggal puing. Bersama tiga anaknya, ia sempat berpindah-pindah tempat, dari masjid hingga akhirnya menetap di posko pengungsian Pasar Rakyat Nagari Sungai Batang.Kehidupan di pengungsian memunculkan persoalan baru, terutama terkait kesehatan. Kondisi lingkungan yang terbuka, udara dingin, debu, serta keterbatasan perlengkapan membuat banyak warga mengeluhkan batuk, demam, dan nyeri otot, terutama anak-anak.“Tempatnya terbuka dan banyak debu. Anak-anak gampang batuk, saya sendiri sempat demam hampir sepuluh hari,” ujar Virginia.Keluhan serupa juga disampaikan Nani (46), warga Nagari Bayua. Ia mengaku sering pusing dan mengalami nyeri pinggang pascabencana, sementara anaknya mengalami gangguan kulit. “Mungkin karena kelelahan dan rasa takut juga setelah bencana,” katanya.Kepala Puskesmas Maninjau, Ns Hermalina SKep menjelaskan bahwa penyakit yang paling banyak ditangani pascabencana adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, diare, penyakit kulit, mialgia, dan demam.“Kondisi lingkungan, kelelahan fisik, serta stres pascabencana sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat,” jelas Hermalina.Ia menegaskan, layanan kesehatan terus digerakkan melalui puskesmas, posko kesehatan, layanan keliling, hingga kunjungan langsung ke lokasi pengungsian.“Selama masih ada warga yang membutuhkan, kami akan terus turun ke lapangan meskipun dengan berbagai keterbatasan,” tegasnya.Bagi warga terdampak, posko kesehatan menjadi tumpuan rasa aman. Virginia mengaku rutin memeriksakan kondisi dirinya dan anak-anak. “Alhamdulillah dilayani dengan baik, dikasih obat sampai sembuh,” katanya.Hal serupa dirasakan Nani. “Dokternya ramah dan pelayanannya bagus. Anak saya dikasih salep dan obat penambah nafsu makan, saya juga dapat obat,” ujarnya.Namun, tantangan warga tidak hanya soal kesehatan. Rumah Virginia dan rumah ibunya mengalami kerusakan berat. Kehilangan peralatan masak membuatnya kehilangan sumber penghasilan sebagai pedagang gorengan.“Kami ingin mandiri lagi. Kalau ada kompor atau wajan yang masih bisa dipakai, kami ingin mulai berjualan lagi,” ucapnya.Kisah para penyintas ini mencerminkan kondisi banyak warga Maninjau. Di tengah kehilangan dan ketidakpastian, mereka bertahan sambil menata harapan akan pemulihan.Kehadiran layanan kesehatan, relawan, serta dukungan berbagai pihak diharapkan menjadi langkah awal menuju pemulihan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemprov Jateng dan LPSK Teken MoU Perlindungan Saksi dan Korban

Kesehatan

PMI Demak Pastikan Donor Darah Aman, Ajak Warga Donor Sukarela

Kesehatan

Persaja Berikan Penyuluhan Hukum dan Motivasi bagi Warga Binaan Perempuan di Lapas Jakarta

Kesehatan

Desa Doreng Ditetapkan sebagai Desa Siaga TBC, Dukung Target Eliminasi 2030

Kesehatan

Paraguay Bungkam Turki 1-0, Tim Bulan Sabit Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Kesehatan

Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Nasional