Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Tenaga Kesehatan Tetap Bantu Warga Dua Desa Terisolasi Bener Meriah Meski Akses Pascabencana Terputus

EM Bukit MKes - Selasa, 23 Desember 2025 11:15 WIB
Tenaga kesehatan Puskesmas Lampahan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di posko Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang masih terisolasi akibat banjir dan longsor, Jumat (19/12/2025). (Dok/Kemenke
Bener Meriah (buseronline.com) - Pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025, dua desa di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yakni Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning, hingga kini masih terisolasi. Bencana tersebut menyebabkan jalan amblas, jembatan terputus, serta kondisi tanah yang labil sehingga akses utama menuju kedua desa belum dapat dilalui secara aman.Terputusnya akses transportasi berdampak signifikan terhadap mobilitas warga, termasuk dalam memperoleh layanan kesehatan. Jalur penghubung antardesa yang belum pulih membuat masyarakat kesulitan menjangkau puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.Meski menghadapi keterbatasan akses dan risiko keselamatan, pelayanan kesehatan tetap dilakukan. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampahan secara rutin berupaya menembus wilayah terdampak untuk memastikan warga di dua desa terisolasi tersebut tetap mendapatkan layanan kesehatan.“Medannya cukup berat, badan jalan longsor dan jembatan putus, sehingga akses menuju ke sana sangat terbatas. Tapi kami tahu, warga sangat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar dokter gigi Puskesmas Lampahan, drg Indah Kaswara, Jumat.Selama masa tanggap bencana, Puskesmas Lampahan telah melakukan empat kali kunjungan pelayanan kesehatan ke Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning. Tim menempuh perjalanan dengan sepeda motor dan berjalan kaki melewati medan yang sulit. Setiap kunjungan melibatkan enam tenaga kesehatan yang terdiri dari koordinator puskesmas, dokter gigi, perawat, serta tenaga teknis lainnya.“Kami tidak hanya melakukan pengobatan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan warga, terutama kelompok rentan, tetap terpantau. Jika tidak didatangi, mereka sama sekali tidak memiliki akses ke layanan kesehatan,” tambah drg Indah.Di lokasi, tim memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pelayanan pengobatan, serta pemantauan kondisi lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Selain itu, tenaga kesehatan juga mendistribusikan obat-obatan serta paket sikat dan pasta gigi, khususnya bagi warga yang berada di posko pengungsian, guna menjaga kebersihan dan kesehatan gigi selama masa darurat.“Pelayanan ini masih akan terus kami lakukan dalam beberapa waktu ke depan, sampai akses menuju desa benar-benar dapat dilalui dengan aman,” jelasnya.Upaya yang dilakukan tenaga kesehatan Puskesmas Lampahan tersebut menjadi wujud komitmen pelayanan kesehatan yang tetap hadir di tengah keterbatasan. Kehadiran mereka di wilayah terisolasi diharapkan mampu mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius serta memastikan hak masyarakat atas layanan kesehatan tetap terpenuhi pascabencana. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT

Kesehatan

Bupati Toba Dorong Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kesehatan

Bupati Taput Dukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kesehatan

Pemkab Taput Perkuat Komitmen Lindungi Orangutan Tapanuli dan Hutan Tapanuli

Kesehatan

Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026

Kesehatan

Polri Perkuat Sistem Pengaduan Kontinjensi Berbasis Digital untuk Percepat Respons Keamanan